“Bisa kita bicara? Ini tentang Jeje.” Aldrich yang mendengar nama wanita yang dicintainya langsung mengangguk tanpa pikir panjang. Sinta akhirnya bisa bernapas dengan lega, ia takut jika sampai Aldrich tahu bahwa mobil tadi yang sempat mereka lihat itu ada Jeje di dalamnya. Sinta naik motor bersama dengan Aldrich menuju sebuah cafe. Rasanya Aldrich sudah tidak sabar, ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada wanita yang dicintainya. Sekitar tiga puluh menit motor yang Aldrich kendarai tiba di cafe tempat biasa mereka nongkrong bersama. Sinta turun dari motor lalu memberikan helm-nya ke Aldrich. Mereka berdua masuk bersama-sama. Lalu mereka mencari tempat duduk yang tidak terlalu banyak orang. Aldrich dan Sinta memesan minuman lebih dulu sebelum Sinta memulai pembicaraannya.

