Jeje dan Jacob masih berada di dalam pesawat. Mereka berdua masih sama-sama tidak bertegur sapa. Jacob memilih memejamkan kedua matanya sambil mendengarkan music. Sedangkan Jeje sendiri memilih menikmati keluar jendela sambil mendengarkan music. Jeje melirik suaminya yang masih tidur. Ia merasakan lapar dan juga haus. Jeje melihat ada sebuah meja bar di sana. Ia melepaskan headset yang digunakannya lalu berjalan menuju meja bar. Jeje memeriksanya satu persatu. Memerhatikan minuman apa yang bisa ia buat untuk menghilangkan rasa laparnya. Jeje melihat ada air mineral juga di sana. Ia mengambilnya lalu membawanya ke bangku di mana tadi ia duduk. Jeje menenggaknya hingga tersisa sedikit. Wanita itu merasa dingin karena rasa lapar yang terus membuat perutnya mengeluarkan suara. ‘Kalau tah

