Jeje mulai merasa sangat bosan. Ia tidak tahu harus melakukan apa dan tidak tahu harus berbuat apa. Jeje mengembungkan kedua pipinya. Beberapa kali ia melakukan hal membosankan itu. “Apa tidak ada yang bisa aku lakukan gitu?” gumam Jeje. Di rumah seluas ini, ia tidak memiliki kegiatan, tidak mengenal siapa pun dan lebih parahnya lagi. Ia sama sekali tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan baik. Walau hanya mengerti sedikit, tetap saja Bahasa yang digunakan pasti akan sangat sulit di mengerti oleh mereka. Terdengar suara ketukan pintu. Jeje jadi takut sendiri. Lalu ia mencoba memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya. Seorang maid datang mengantarkan makanan untuknya. Jeje yang melihatnya langsung menggaruk belakang kepalanya. “Maaf, Nyonya. Ini makanan untuk Anda. Sejak tad

