Jacob masih berada di kantor. Pria itu nampak menyibukkan diri dengan segala pekerjaan yang ada. Sebagai sekretaris, Boy merasa senang. Karena dengan begitu, pekerjaan mereka cepat selesai dan Boy tidak perlu repot-repot lembur seperti biasa. “Semoga setelah ini dia tidak menyusahkan lagi,” ucap Boy di dalam hatinya. Bukannya ia tidak ingin mengurusi sahabatnya itu. Tapi Boy merasa jika Jacob harus berubah. Apa lagi saat ini pria itu sudah memiliki seorang istri. Kadang niat baik Boy selalu diabaikan oleh Jacob. Pria itu selalu keras dengan egonya yang cukup tinggi. Mentang-mentang dia memiliki segalanya. Jadi kadang Jacob suka bertindak sesuka hatinya. “Boy, apa pekerjaan kamu hanya melamun saja? Kau sudah bosan bekerja dengan aku?” tanya Jacob. Sejak tadi pria itu terus mengawasi apa

