Boy mendatangi apartemen Mike. Pria itu berdecak dengan kesal saat melihat sahabatnya yang tidak tahu diri itu. Bisa-bisanya mabuk di siang hari, meninggalkan pekerjaan hanya karena pikirannya yang kacau. Masalah dicari sendiri, tapi bisanya nyusahin orang lain saja! batin Boy. “Siapa Jeje?” tanya Mike dengan nada dinginnya. Boy mengangkat kedua bahunya dengan acuh. “Biarpun aku sekretarisnya. Tetap saja apa yang dia sembunyikan juga aku tidak mengetahuinya!” ucap Boy dengan santainya. Mike menggelengkan kepalanya. “Sepertinya ada seseorang yang sedang disembunyikannya,” gumam Mike yang masih bisa didengarkan oleh Boy. Boy memilih diam, jika ia banyak bicara yang ada bisa ketahuan nanti. Jadi lebih baik ia membawa Jacob pergi dari apartemen Mike sebelum semuanya jadi semakin runyam.

