"Aku tidak tahu, bagaimana aku hidup jika harus kehilangan salah satu dari kalian" *** Suasana dalam ruangan yang berdominan putih masih terlihat panik, Dokter mengatakan Aisyah belum waktunya melahirkan jadi mereka harus menunggu untuk beberapa jam kedepan. Aisyah masih menangis menahan sakit dengan tangan yang meremas baju sang suami yang setia memeluknya sedari tadi. Tangan pria itu sesekali mengelus perut Aisyah, berharap sentuhan kecilnya itu dapat meredakan sakit yang dirasakan oleh sang istri. "Mas, sakit mas!" Adunya pada pria yang sudah mengangguk mengiyakan ucapannya itu. "Kamu yang sabar yah sayang, mas bakalan nemanin kamu sampe melahirkan yah. Kamu harus kuat, buat anak kita," Kata Abbas lembut, tangannya mengusap pelan air mata yang terus mengalir dari kedua mata Aisya

