Angin berhembus kencang, menerpa wajah Tristan dan Casey. Keduanya berjalan beriringan di tepi pantai, menikmati moment-moment terakhir mereka sebelum keputusan bercerai itu disetujui oleh hakim di pengadilan agama. Sambil menarik napas panjang untuk menghirup udara segar pantai sore itu, Casey mengusap-usap kedua lengannya sendiri untuk sekedar membunuh hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Melihat hal itu, Tristan segera membuka jaketnya dan menyampirkannya ke tubuh mungil Casey. “Eh, nggak perlu, Tris... gue—“ “Diam, Cash,” potong Tristan tegas, setegas kedua tangannya saat menahan jaket tersebut agar tetap berada di tubuh Casey. Kedua mata Tristan menyorot lembut dan tegas, perpaduan yang entah kenapa membuat jantung Casey meliar. “Gue nggak mau ambil res

