Saka dapat tiket siang hari malah menjelang sore. Setelah mengabarkan pada mamanya, Saka minta izin agar ia kembali ke Nganjuk lagi untuk menemui Amira yang sudah sadar. Mamanya setuju. Ia pun juga meminta Saka datang untuk memastikan keadaan Amira. Mamanya tak keberatan sama sekali. Bahkan mama Saka langsung mengambil alih pekerjaan Saka. Sekarang ada Bi Agil di rumah. Jadi mama Saka tak sendirian juga. Aji pun langsung Saka hubungi. "Mama nggak papa?" Qonita mengangguk. "Ya nggak papa lah. Mama malah berharap kamu segera ke sana buat lihat keadaan Amiran. Sungguh keajaiban bisa melihat Amira sadar kan?" Saka mengangguk. "Aku juga berpikir begitu, Ma. Soal toko, Mama bisa ambil alih keuangan dulu? Soal stok barang dan keseharian aku sudah bilang ke Aji. Mama nggak perlu datang ke toko

