48. Kesenangan

2262 Kata

Rintihan Maya tak terperi. Ia merasai nikmat, gundukannya berayun, seieama entakan yang ia terima akibat laki-laki itu yang bergerak masuk makin dalam, cepat dan keras. "Jangan sekarang," pinta Maya ketika laki-laki itu makim mempercepat hujamannya. Maya memegang erat lengan laki-laki itu. Ia tak mau keluar dulu. Masih ingin menikmati entakan yang menggila. "Sekarang, nanti aku buat kamu keluar lagi," saran laki-laki itu. Bibir Maya dilahap, saling mengulum untuk meredam desah membahana. Maya menjerit dalam kuluman, saat ia meledak oleh gairah. Laki-laki itu mencabut miliknya dan membiarkan Maya melelehkan gairahnya. Menekan lubang panas mam basah dengan jarinya. Berharap isi di dalamnya keluar. Ciuman keduanya terlepas. Maya terengah sambil menatap mata laki-laki di atasnya yang juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN