"May, di rumah kamu ada ketinggalan jam tanganku?" tanya laki-laki itu pada Maya yang kini tengah tiduran di sampingnya. Di rumah laki-laki itu, keduanya menghabiskan malam panjang dengan menonton film dan bercerita. Kali ini tak bisa saling mendesah, karena Maya tengah dilanda palang merah. "Hem, jam tangan yang biasa kamu pakai itu?" Maya ingat jika laki-laki itu seringkali memakai jam tangannya. Meski bukan merek limited edition, alias banyak juga yang pakai, tapi benda itu tak pernah lepas dari tangan Laki-laki itu. Yah, kecuali saat-saat genting. "Iya. Seingatku terakhir aku pakai pas mandi di air sumber. Aku lepas dan taruh di saku celana. Setelahnya aku pulang, ke rumah kamu kan. Aku inget masih pakai juga." Laki-laki itu membolak-balik bantal di kasur, tempat Maya sedang berba

