Senin pagi seperti biasa. Tata berangkat kerja, kembali ke rutinitas sehari-hari. Kembali kerja mencari rupiah demi menambah biasya kenduri. Gajian masih seminggu lagi. "Ta, mumpung kamu baru dateng, ambilin ayam bakar di rumah Mbak Dewi." Bu Tiwi buru-buru menyuruh Tata begitu melihat pegawainya itu baru datang dan masih memegang kunci motor. "Mbak Dewi yang setelah pom belok itu?" "Iya. Ayam bakar pesenan orang, mau diambil jam delapan. Di sana sudah siap, tinggal ambil aja. Nggak ada yang anterin ke sini." Tata pun mengangguk mengerti. Begitu ia balik ke parkiran, berpapasan dengan Rayan yang baru datang. Tumhen Rayan datang lebih lambat dari Tata. "Mau ke mana, Ta?" tanya Rayan yang baru melepas helm nya. Rambut Rayan tampak basah, dan ada gurat lelah di wajahnya. "Ke rumah Mbak

