Dengan hati-hati Saka menjawab. "Udah malam, Ra. Hati-hati di jalan ya. Aku mau masuk dulu. Tadi lupa bawa hape, takut ada telepon dari Mama apa Aji. Biasa mereka telepon malam begini." Saka langsung mengalihkan pembicaraan. Membuat Amira jengkel. Ia terpaksa pulang dengan motornya. Menyimpan dendam pada hati akan sosok siapa yang sudah merebut Saka dari nya. Ia harus mencari tahu. Entah lewat mana dan siapa. Ia harus tahu apa alasan Saka begitu dingin padanya. Siapa perempuan yang membuat Saka jadi menjaga jarak dengannya. Motor Amira bergerak menjauh, lalu Saka balik badan dan mengeluarkan kunci rumah. Baru mau memasukkan kunci, ia kaget saat cahaya dari ponsel Tata. "Astaga!" Kaget Saka mundur dan menjatuhkan kunci. "Ka," panggil Tata. Saka mendekat dan menarik pergelangan tangan

