"Jangan, Mas." "Loh, katanya suruh nyicip tadi." Maya cemberut sementara laki-laki itu malah tertawa melihat Maya yang kesal. Laki-laki itu berkunjung ke rumah Maya. Rencananya mereka mau jalan sesuai rencaan Maya. Tapi Maya malah mengajak ke pasar buat belanja. Maya ingin masak dan makan di rumah beraama laki-laki itu. Laki-laki itu memeluk Maya dari belakang, padalah Maya sedang membalik adonan bakwan atau dadar jagung. "Mas, ih ngapain. Tadi nyemilin dadar jagung padahal baru mateng tiga aja. Sekarang gangguin aku masak. Duduk dulu dong, Mas," pinta Maya. Namun laki-laki itu masih saja menempel di punggung Maya. Menempelkan kepalanya di atas bahu Maya. Mengecupi pipi Maya sambil perempuan itu mengangkat beberapa dadar jagung yang mateng. "Kangen," kata laki-laki itu. "Ah masa

