Tak cukup membuat Maya berpeluh dan basah, laki-laki itu masih terus membuat Maya makin menjerit kala miliknya ia masukkan ke mulut. Beegerak cepat hingga Maya tersedak. Mendongak, Maya mengeluarkan dan mulai memasukkan lagi. Perlahan, ia lahap pelan-pelan. Begitu hampir keluar, laki-laki itu mencabut miliknya. Membiarkan Maya menunggu dan didorong kembali telentang. "Istirahat saja dulu." Ia tahu Maya mulai kelelahan karena ulahnya. Tapi, menyenangkan juga Maya bisa bertahan cukup lama dengan ulahnya. Bahkan Maya benar-benar bisa mengimbangi dirinya. Banyak hal yang membuat laki-laki itu terkejut pada awalnya. Namun setelah melihat sisi lain Maya yang rupanya suka menonton film sebagai fantasi dan panduannya, laki-laki itu paham. Keduanya berbaring. Ia membiarkan Maya istirahat sejen

