"Nasi pecel enak deh, Ta." Saka lalu membayangkan malam saat ia dan Tata makan bersama nasi pecel malam hari yang penjualnya ramai. Ah, ada Rayan juga waktu itu. "Di situ masa nggak ada yang jual sih." "Ada lah. Tapi otentiknya beda. Di sini kemarin aku beli buat sarapan, rasa sambelnya encer, Ta. Gak kayak yang kita beli di situ. Legit. Enak lah. Ah kan, jadi pengen aku malem-malem gini." Tata tertawa. Ia dan Saka masih saja asyik video call. Tata sambil tiduran di kamar dengan bantal yang ia tumpuk tinggi sebagai sandaran. Sementara Saka meletakkan di kasur sambil duduk memangku bantal. Selain teleponan dengan Tata, Saka juga nyambi mengetik laporan barang keluar masuk. Ia memang selalu membuat laporan itu untuk dirinya sendiri agar tahu pengeluaran bulanan, barang datang dari mana

