Dua Minggu menuju pernikahannya dengan Arkan, Renata menghabiskan banyak malam untuk bersujud, meminta pada sang maha kuasa akan ketetapan hati. Ia tak ingin sebuah perasaan cinta membawanya pada sebuah kebencian, ketakutan dan hal lain yang mungkin tidak bisa dirinya kuasai. "Kenapa kok akhir-akhir ini ibu perhatikan kamu banyak melamun, Nak." "Tidak apa-apa, Bu!" jawab Renata sambil berjibaku dengan kue kue kering yang akan ia buat. "Dua Minggu lagi loh pernikahanmu, kamu masih menerima pesanan. Kan sibuk pastinya." "Gak apa-apa, Bu. Insyaallah keburu." Hati seorang ibu tidak bisa dibohongi, ada yang lain dari sang anak. Tak seperti biasanya, ia bahkan tak nampak ceria menuju hari pernikahannya. "Cerita sama ibu, ada apa, Ren?" "Kenapa, Bu? Apa aku tidak terlihat baik-baik saja?"

