"Itu siapa, Neng? Bibi kaget banget, hampir saja bibi siram pakai air tadi!" ucap asisten rumah tangga Sera sambil menunjuk ke arah Arkan yang masih meringkuk di sofa. Semalam setelah puas menangis, ia kembali turun ke bawah dan membawakan selimut untuk Arkan yang sudah terlelap. "Ayahnya Kezia, Bi!" Pria paruh baya itu mengangguk. "Ganteng ya, Neng!" "Bibi tahu saja yang ganteng." Si bibi nyengir kuda, ia kembali berjibaku menyiapkan sarapan, tak berapa lama Kezia pun keluar dari kamar sudah rapi, ia membangunkan ayahnya yang terlihat masih nyenyak. "Yah ... bangun, Yah! Udah siang ini!" Arkan mengerjap dan melihat ke arah Kezia, ia terkejut ketika melihat matahari sudah terang, dalam sekejap Arkan langsung beranjak duduk. "Ayah salat subuh tidak?" Kezia menatapnya dengan raut wa

