"Jaga mulutmu!" Mata Arkan membulat tajam, tidak ada pukulan yang ia layangkan karena ditahan oleh Sera. Sementara Gading tidak memberikan perlawanan apa pun, ia hanya menatap Arkan penuh rasa benci. "Lepaskan, Mas!" ucap Sera pada Arkan. Meski hasrat ingin memukul Gading meledak, Arkan melepaskan tangannya dengan napas terengah-engah. "Sekarang kamu pergi dari rumahku, Mas! Dan aku mohon jangan datang lagi. Tentang kita semuanya sudah selesai, aku mau apa pun dan sama siapapun sekarang, itu sudah bukan urusanmu. Berbahagialah dengan apa yang kamu pilih, jangan pikir aku tidak tahu, Mas! Kamu pernah menjemput seorang wanita menggunakan mobil yang kamu hadiahkan padaku." Gading termangu. Ia tidak menyangka bila Sera tahu akan hal itu dan selama menjadi istrinya ia hanya diam saja. "Aku

