Bagian 22

1391 Kata

Keduanya terdiam, Arkan menatap Sera dan membeku. Sementara Sera membuang pandangannya ke arah lain, enggan melihat mata bening itu. "Aku tidak tahu kenapa, entah ini ada yang salah atau tidak, tapi aku rasa kamu orang pertama yang membuatku nyaman dengan waktu yang sangat cepat!" ucap Arkan. Sera menghela napas panjang, sungguh ia paham maksud ucapan Arkan itu. Ada bagian hati yang berbunga sekaligus kandas juga. "Itu karena aku pekerjamu yang loyal, Mas." "Tuti sama Aini juga loyal." "Nyaman juga?" Sera mendelik menatapnya. Arkan tidak kuat menahan tawanya, kemudian ia tertawa kecil, setelah itu membawa dirinya lebih dekat pada Sera dan membelai lembut kepala Sera yang terbungkus jilbab. "Ayo pulang!" Sera pun naik ke atas motor, lalu melesat pergi meninggalkan tempat ini, di te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN