"Ibu berdoa semoga perkawinan kalian panjang, ibu setuju banget kalau sama Renata, sudah cantik, baik dan juga sayang sama anak-anak, itu poin paling pentingnya!" "Bu ...." Arkan mencoba menyela. "Iya, Alhamdulillah. Kami juga bahagia mendapatkan calon menantu seperti Nak Arkan, orangnya sangat baik. Insyaallah bisa membimbing anak kami Renata!" ucap Ayah Renata. Dihadapkan pada posisi seperti ini seketika membuat Arkan seperti berada di sebuah persimpangan jalan yang tidak tahu harus menentukan langkah kemana. Senyum di bibir ibunya, orang tua Renata dan juga Renata sendiri berbanding terbalik dengan apa yang kini di hatinya. Haruskah ia patahkan semua suka cita ini? Hanya itu yang terbesit di kepalanya saat ini. Bila ia diam saja, maka perasaannya pada Sera tidak akan pernah menemuka

