Bab 12

955 Kata

Bab 12 Revan terpaksa menyeret Julia ke luar dari apartemennya. Wanita itu sungguh kekeh tidak mau pergi meski sudah Revan usir dengan cara halus hingga cukup kasar. Brak! Revan seketika menoleh usai menutup pintu. Dari arah belakang terdengar seseorang menutup pintu juga cukup keras. "Larisa," panggilnya dengan nada menyelidik. Revan mengerutkan dahinya seraya melangkah maju. Begitu sudah sampai di depan pintu, Revan merendahkan badan lalu menempelkan telinga di sana. Revan kembali mengerutkan dahi dan membuka telinga lebar-lebar berharap bisa mendengar suara di dalam sana. Ceklek! "Astaga!" Larisa terjungkat kaget. "Revan?" lanjutnya. Seperti maling yang kepergok, Revan langsung berdehem dan pura-pura bersikap biasa saja. "Kamu ngapain?" tanya Larisa heran. Revan gugup luar bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN