Bab 13 "Harusnya kamu lebih terbuka, Re," kara Grace seraya meletakkan camilan di atas meja. Kini, Grace ikut duduk tak jauh dari Revan yang sedang menikmati kopi hangatnya. Setelah meletakan cangkir, Revan menyilang kaki. "Sudah aku bilang kan, ini nggak mudah." "Kamu sendiri yang mempersulit, Re." Seorang pria muncul dari balik dinding dan ikut menimbruk pembicaraan. Anton duduk di samping sang istri. "Coba kamu permudah," lanjutnya lagi. Revan menghela napas panjang lalu memijat pangkal hidungnya. Dia menunduk sesaat seperti sedang menyesali sesuatu. "Re," panggil Grace. "Kalau aku jadi Larisa, mungkin aku sudah memilih pisah." Revan segera mengangkat wajah dan tampak tercengang. Dia juga menatap Anton dengan raut penuh tanya. Meski ekspresi Revan terlihat menyedihkan, saat ini

