Bab 14 Ini bukan lagi menyangkut malam pertama yang selalu dinanti setiap pasangan pengantin. Satu tahun menikah, mereka sudah sering tidur bersama dalam satu ranjang. Namun, kehangatan itu belum mereka rasakan selama ini. "Kenapa tiba-tiba," suara Larisa terdengar serak. Dia sedang menahan diri karena Revan terus menekannya dari atas. Revan tidak terlalu peduli dengan ucapan Larisa. Dia hanya sedang menikmati sensasi luar biasa yang sudah dengan bodohnya ia tunda dan abaikan selama ini. Hentakan demi hentakan kuat, terus Revan lakukan hingga pada akhirnya Larisa hanyut dalam permainannya. "Kamu menyukainya?" Revan membalik posisi dan meneruskan dari belakang. Embusan napas yang berderu, serasa menggelitik daun telinga Larisa. Apa Larisa harus menjawab pertanyaan itu? Gila! Tanpa dita

