Bab 16 Sampai sore, Larisa tidak kunjung mendapatkan pesan yang berisi nomor sandi dari pintu apartemennya. Beberapa kali mengirim pesan, tak satu pun ada balasan dari Revan. Beruntung karena dalam situasi seperti ini, Larisa masih diberi otak yang cukup jernih. Meski ragu, akhirnya Larisa coba menghubungi ibu mertuanya yang barang kali tahu. Dan benar saja, Larisa tidak sia-sia bertanya pada mertuanya karena saat itu juga langsung diberi tahu berapa sandinya. Namun, jarak dari apartemen ke toko roti sekitar satu jam, sementara sekarang sudah pukul tempat lebih. Larisa tidak akan cukup waktu untuk sampai ke sana karena tepat pukul lima toko sudah tutup. "Sebaiknya aku telepon Roy dulu," ucapnya seraya membuka kembali ponselnya. Larisa mondar-mandir sambil menggigit jari saat ponsel sud

