Bab 17 Larisa sudah berlari menjauh dari tempat di mana ia bertemu dengan Revan bersama seorang wanita. Sepanjang trotoar, Larisa menangis tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang berpapasan dengannya. Dia terus saja berjalan tak peduli arah membawanya mau ke mana. "Apa ini alasannya dia mengurungku di apartemen?" Isak Larisa. "Supaya dia bisa leluasa bertemu dengan para wanitanya." Larisa mengusap ingusnya yang begitu menyumbat hidung. Dadanya terasa sesak dan rasanya sakit sekali. Sebelum-sebelumnya, Larisa tidak sampai seperti ini saat melihat Revan dekat dengan Julia, tapi wanita tadi ... entah kenapa membuat d**a Larisa seperti ditusuk-tusuk. Berlebihan? Tentu saja tidak. Sudah berapa lama Larisa menanti dan berharap Revan bisa menaruh hati padanya? Di saat Larisa yakin ada ce

