Bab 6

986 Kata

Bab 6 Panggilan itu belum berakhir sampai membuat Larisa harus menunggu di lobi beberapa saat. "Dia itu telepon siapa?" sungut Larisa. "Apa kekasihnya yang menyebalkan itu?" Kedua kaki Larisa bahkan mulai terasa pegal karena sedari tadi berdiri bersama dua koper besar. Dia ingin duduk, tapi rasanya enggan karena merasa kesal. Beberapa kali Larisa menunduk seraya mengamati kakinya yang menggesek-gesek lantai. Bibirnya ya ranum, ia buat mengerucut dan gedumel tidak jelas. "Ngapain kamu?" tanya Revan tiba-tiba. Larisa yang terkejut sampai melompat kecil dan mendongak. "Ayo masuk!" ajaknya dan nyelonong begitu saja. Larisa menarik dua koper besar sementara tiga kardus ia tinggal. Dua tangannya tentu hanya cukup membawa dua barang kan? Jika ditanya kenapa barang-barang bisa terkumpul sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN