Berjalan masuk kembali ke dalam kantor setelah meninggalkan ruang kerjanya selama hampir tiga jam, Ferdinan masih saja tidak tahu harus bersikap seperti apa saat kemudian dia berhadapan dengan Adinda yang langsung berdiri ketika melihat dirinya datang. "Kamu...sudah makan siang?" tanya Ferdinan. Kemudian dia merutuki kebodohannya mengingat sekarang sudah hampir jam tiga sore. Sudah pasti kan gadis itu sudah makan siang? "Sudah, Pak. Tadi bareng sama Mbak Kinan," jawab Dinda. Seperti yang dia duga, memang sikap salah tingkahnya ini mampu membuat dirinya bertindak bodoh. "Bapak sendiri sudah makan siang kan?" Tanpa berpikir Ferdinan langsung mengangguk. Padahal selama dia meninggalkan kantor dan mendekam di dalam kafe selama tiga jam, yang dia santap hanya dua gelas kopi dan kentang go

