Satu minggu setelah kembali, Fatma disibukan dengan urusan mencari gedung yang akan menjadi tokonya. Dia kesana kemari seorang diri, sekalipun ditawari untuk ditemani oleh Rosana namun karena Fatma tahu Tantenya memiliki kesibukan yang lain, maka Fatma menolak. Pilihannya jatuh pada komplek ruko yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Alasannya selain karena area itu cukup ramai juga karena jaraknya yang tidak jauh dari rumah sehingga Fatma bisa berangkat dengan berjalan kaki. "Soal kontraknya bisa kita tanda tangani besok, Bu. Sekalian pembayarannya." Fatma yang sedang memindai ruangan itu, langsung menoleh pada seorang pria yang merupakan pemilik asli gedung itu. "Oke, Pak. Apa saya perlu membayar DP nya?" Fatma merasakan cukup sulit untuk bisa mendapatkan gedung di kawasan ramai

