Fatma memiliki kekhawatiran, kalau-kalau perbincangan antara ayahnya dan Ferdinan tidak bisa berjalan lancar. Karena yang dia tahu adalah para lelaki memiliki ego yang cukup tinggi dan tidak ingin terlihat kalah di depan sesamanya. Tapi yang dia lihat tadi adalah sikap Ferdinan yang tidak segan menunduk, memohon maaf pada ayahnya atas perilaku yang kurang pantas, yang berdasar pada rasa marah karena perilaku Heris sudah sangat melukai Fatma. Lalu Heris juga melakukan hal yang sama, walaupun dari binar matanya masih terlihat jika Ayahnya itu belum bisa sepenuhnya menerima fakta bahwa Ferdinan adalah pacar dari putri satu-satunya, tapi Heris berbesar hati untuk memaafkan sikap Ferdinan. Bahkan Heris juga mengakui kesalahannya yang sudah berusaha memanfaatkan Ferdinan dulu untuk bisa dekat

