54

1645 Kata

"Maafin aku, Sayang. Aku enggak tahu kalau Pak Abrar bakalan mendadak datang dan nyuruh semua Direksi hadir di ruang rapat." Fatma tidak bisa melakukan apapun saat mendengar bahwa Ferdinan yang kemarin berjanji untuk makan siang bersamanya hari ini, justru tidak bisa datang karena ada rapat Direksi yang mendadak. Bagaimana pun juga Fatma adalah mantan Sekretaris sehingga dia sangat tahu bahwa hal yang seperti ini memang sering terjadi jika ada hal penting yang harus mereka bahas. "Iya, yaudah. Enggak apa-apa kok," balas Fatma. Dengan satu tangan memegangi ponsel yang mengeluarkan suara Ferdinan, matanya melirik pada tas kertas yang sengaja dia taruh di atas etalase tokonya. Padahal Fatma sudah memasakkan makanan yang spesial untuk Ferdinan. Dia sengaja tidak memesan makanan dari luar k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN