"Selamat pagi, Pak!" Ferdinan tersenyum ramah pada Adinda yang sudah menyambutnya di depan pintu ruangan begitu dia datang. "Selamat pagi, Din. Bisa minta tolong buatkan saya coklat hangat?" Ketika Adinda tanpa sadar mengerutkan keningnya mendengar permintaan Ferdinan yang tidak seperti biasanya, Ferdinan tertawa kecil. "Saya lagi mau ngurangin minum kopi," kata Ferdinan tanpa ditanya. Dai raut wajah Adinda, gadis itu seperti mengatakan kata 'oh' tanpa suara. Lalu dengan senyumnya yang mengembang cantik, Adinda mengangguk. "Saya akan buatkan sekarang. Jadwal untuk hari ini, sudah ada di tablet yang ada di atas meja Bapak," ujar Adinda kemudian. Ferdinan mengangkat ibu jarinya, lalu melambai kecil pada Adinda yang mulai berjalan ke arah lain, menuju pantri. Pintu ruangannya itu kemu

