Tingg….
Ponsel Arthur berbunyi tanda notifikasi pesan masuk.
Charles lah yang mengirim pesan pada Arthur, Charles ingin menemuinya.
Karena Arthur malas ke luar dari perusahaan maka Arthur meminta Charles untuk datang ke perusahaannya.
Sekitar 15 menit Charles sudah sampai di perusahaan Arthur. Saat di lobby kebetulan Charles bertemu Veronika, sekertaris Arthur.
“Tuan Charles” panggil Veronika
“Aku ingin bertemu Arthur.” Ucap Charles kemudian Veronika tersenyum dan menundukkan kepanya.
“Mari saya antar.” Ucap Veronika.
Mereka menggunakan lift khusus. Kemudian Veronika masuk ke ruangan Arthur lebih dulu mengatakan bahwa ada tamu.
Arthur yang tau kalau itu Charles menyuruh Veronika mempersilakannya masuk.
Charles masuk ke ruangan Arthur masih dengan tatapan dingin yang tidak bersahabat.
Charles memiliki firasat bahwa Arthur akan menikah dengan Greisy entahlah pemikiran dari mana yang jelas dirinya tidak rela.
“Apa kabar, Charl?” tanya Arthur sambil berdiri menghampiri Charles
“Aku tidak ingin berbasa basi, tolak perjodohan yang di rencanakan Mamimu.” Ucap Charles tanpa menjawab pertanyaan Arthur.
Bahkan mereka berdua masih berdiri. Arthur heran dengan sikap Charles saat ini, dari mana Charles tau bahwa dirinya akan dijodohkan dan kenapa Charles terlihat marah.
Apa wanita yang akan dijodohkan dengan dirinya memiliki hubungan khusus dengan Charles.
“Wait, santai bro. Kita duduk dulu calm down.” Ucap Arthur menarik Charles duduk di sofa ruangannya.
“Alasannya apa, kenapa gue gak boleh nerima perjodohan yang Mami buat?” tanya Arthur penasaran
“Gue gak mau dia terluka,, apalagi lu masih cinta sama si artis itu.” Ucap Charles
Charles ini sangat enggan menyebut nama Bella.
“Oke, bro. Tenang aja gue bawa pacar gue biar perjodohan ini batal.” Ucap Arthur
Walaupun dirinya sebenarnya penasaran kenapa Charles tidak mengizinkannya menerima perjodohan dari Maminya.
“Laper nih gue, gak bawa makanan lu?”tanya Arthur
Dirinya tadi tidak makan siang bahkan sarapan pun tidak.
“Suruh aja asisten atau sekertaris lu cariin makanan gitu aja kok repot. Dah lah gue balik dulu kerjaan gue banyak.” Ucap Charles lalu beranjak dari duduknya dan pergi dari ruangan Arthur.
Setidaknya Arthur menolak perjodohan itu membuat Charles lega apalagi tadi Arthur berkata bahwa akan membawa pacarnya.
Arthur sampai lupa untuk mengirimkan dress yang akan digunakan Greisy nanti malam.
Arthur kemudian meminta Veronika untuk mencarikan dress berwarna midnight blue yang elegant untuk Greisy dengan catatan dress tersebut tidak terlalu terbuka.
Tau sendiri bagaiamana selera fashion Veronika.
Kemudian Arthur mengirimkan alamat kemana dress tersebut akan dikirim. Tentu bukan ke mansion keluarga Rodriguez tapi ke caffé milik Greisy.
Dirinya tidak ingin mendapat banyak pertanyaan.
“Nanti aku jemput jam 7.30 ya.” Tulis Arthur dalam pesan yang dikirimkan pada Greisy
Sembari menunggu balasan Greisy, Arthur melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan di lain sisi Greisy sedang melakukan perawatan.
Sudah sejak lama dirinya tidak melakukan perawatan baik tubuh ataupun wajah.
Cukup lama perawatan yang di lakukan Greisy. Saat selesai dan keluar dari klinik perawatan Greisy memeriksa ponselnya ternyata salah seorang pekerja di caffé nya menelpon.
Greisy tidak menelpon kembali pegawainya itu melainkan langsung pergi menuju caffé miliknya.
Greisy berpikir apakah ada masalah yang terjadi. Karena biasanya jika terjadi masalah langsung di selesaikan oleh asistennya.
Sesampainya di caffé, Greisy mencari pegawai yang menelponnya.
“Zi, ada apa menelpon saya?” tanya Greisy yang sudah bertemu dengan pegawai yang menelponnya.
“Ada kiriman paket atas nama Anda, Nona. Saya simpan dibelakang, saya ambilkan dulu.” Ucap pegawai Greisy yang dipanggil Zi tadi.
Setelah mendapatkan paket tersebuut, Greisy sudah menduga jika ini adalah kiriman dari Arthur untuk nanti malam.
“Makasih ya, Zi.” Ucap Greisy sambil tersenyum setelah dia mendapat paket tersebut.
Greisy langsung pergi ke apartemen miliknya. Dia sedang tidak ingin berada di mansion saat ini.
Sesampainya di apartemen Greisy meletakkan paket dari Arthur lalu merebahkan tubuhnya. Dia tidak penasaran dengan dress yang dipilihkan untuknya.
Greisy hanya ingin tidur. Tapi sebelum tidur, Gre membuka pesan dari Arthur.
“Jemput di apartemenku saja. Aku kirimkan lokasinya.” Tulis Greisy lalu mengirimkan pesan tersebut pada Arthur.”
Setelah mengirim pesan pada Arthur, dirinya tidur.
Arthur yang sedang fokus dengan pekerjaannya tidak sadar bahwa Greisy sudah membalas pesannya.
Hingga waktu pulang, Arthur sama sekali tidak melihat ponselnya. Arthur langsung pulang ke mansion. Sesampainya di mansion, Dirinya disambut oleh Anna.
“Kak, aku nanti nebeng ya.” Ucap Anna, Arthur bingung memang adiknya ini mau kemana
“Nebeng kemana?” tanya Arthur
“Makan malam lah.” Ucap Anna.
“Supir banyak, kalo nggak suruh anter Edward. Kakak nanti mau pergi.” Ucap Arthur.
“Dih, orang kita pergi ke tempat yang sama. Nanti kakak mau ngenalin pacar kakak kan, aku sama Kak Edward tuh ikut.” Ucap Anna membuat Arthur kaget
Bukankah hanya ada Mami dan Papi nya kenapa kedua adiknya jadi ikut. Arthur tidak menanggapi adiknya ia langsung masuk ke kamarnya.
Arthur membuka ponselnya, dan dia melihat Greisy membalas pesannya tadi siang.
Dan Arthur cukup kaget Greisy mempunyai unit apartemen di Sky Odeon karena dia juga memiliki unit apartemen di tempat yang sama. Kebetulan yang sangat menguntungkan bukan.
Arthur kemudian mandi kemudian ia berganti baju dan akan pergi menuju apartemennya.
Jujur Arthur sudah tidak sabar untuk menunggu waktu makan malam. Arthur menyiapkan diri di dalam apartemennya.
Hingga waktu yang di tunggu tunggu Arthur telah tiba, Arthur mengirim pesan pada Greisy.
“Aku tunggu di lobby ya.” Tulis Arthur dalam pesannya.
Padalah Arthur masih di dalam kamar apartemennya.
Layaknya adegan di film, saat Arthur membuka pintu apartemennya, Greisy juga melakukan hal yang sama.
Ternyata unit apartemen mereka berhadapan dan di lantai itu hanya terdapat 8 unit.
“Lho? Kok kamu bisa itu” Ucap Greisy kaget sambil menunjuk pintu unit apartemen Arthur
“Kebetulan yang menguntungkan bukan.” Ucap Arthur
Greisy menggeleng pelan.
Arthur cukup terpesona dengan penampilan Greisy saat ini. Sangat sempurna.
Dirinya sangat yakin 100% bahwa perjodohan yang direncanakan ibunya akan batal.
Saat ini mereka sudah berada di mobil menuju restoran dimana pertemuan itu akan di lakukan.
“Nanti setelah ketemu orang tuamu antar aku ke Chairó dáLuna Restaurant ya.” Ucap Greisy sambil focus pada ponselnya.
“Lah kita kan memang mau ke sana.” Ucap Arthur,
Greisy kaget kenapa kebetulan sekali. Arthur mulai berpikir negatif saat ini. Apakah ibunya akan menjodohkannya dengan Greisy?
"Jika benar tamatlah riwayatku” batin Arthur
Tidak mau ambil pusing Arthur focus pada kemudinya. Sedangkan Greisy, dia sudah berpikir kalau dibalik semua ini ada hal yang tidak beres.
Setelah sampai di tempat parkir restoran mereka berdua turun. Arthur meminta Greisy untuk memegang lengannya.
Saat mereka masuk, mereka di sambut oleh seorang pelayan,
“Selamat datang di Chairó dáLuna Restaurant Tuan dan Nona, Apakah sudah reservasi sebelumnya?” ucap pelayan tersebut
“Privat room atas nama Tuan George.” Ucap Arthur
“Baik, mari saya antar. Tuan Nona.” Ucap pelayan tersebut kemudian mereka menuju ruangan yang di maksudkan.
Pelayan tersebut membukakan pintu untuk Arthur dan Greisy, begitu masuk ruangan tersebut begitu kagetnya mereka berdua.
“Mama Papa” ucap Arthur dan Greisy bersamaan saat melihat ada Diego dan Cassandra disana
“Ed?” ucap Greisy kembali saat melihat seseorang yang pernah menjadi rekan se-tim nya saat menjadi relawan beberapa bulan yang lalu.
“Alexa?”ucap Edward saat melihat Greisy
Degg
Jantung Edward berdetak dua kali lebih cepat melihat gadis yang baru saja datang dengan kakaknya.
“Hallo kakak cantik” sapa Anna pada Greisy, untuk kali ini Anna sangat setuju dengan pilihan kakaknya.
Karena pacar yang dibawa kakaknya sangatlah cantik, selain itu ia juga dapat melihat bahwa gadis yang dibawa kakaknya adalah orang yang tulus.
Greisy yang di sapa kakak cantikpun hanya tersenyum sekilas.
“Jadi ini pacar kamu,Thur?” tanya Victoria sedangkan Arthur diam membeku
“Bagus dong, jadi perjodohan ini pasti di setujui keduanya kan mereka pasangan kekasih. Kita tinggal menentukan tanggal pernikahannya”lanjut Victoria lagi
Greisy ngeblank, tapi perlahan ia mulai sadar.
“Tunggu, maksudnya?” tanya Greisy memastikan apakah hal dipikirannya benar atau tidak.
“Mama kamu tidak bilang kah sayang kalau mau menjodohkan kamu dengan putra Mami?” tanya Victoria
Greisy menahan napasnya sebentar kemudian melihat langit langit ruangan untuk mencegah air matanya jatuh.
Greisy melepaskan tangannya dari lengan Arthur.
“Oh jadi seperti itu.” Ucap Greisy, terlihat jelas raut kecewa di wajahnya.
Lagi dan lagi mereka melakukan semuanya seenaknya tanpa bicara dulu dengan dirinya.
Jadi ini maksud Mama nya kemarin mengenai apapun yang dilakukan itu untuk kebaikannya.
Cassandra memilih diam, ia tau putrinya kecewa dengan keputusannya tapi ini adalah hal yang terbaik.
“Terserah apa yang ingin di lakukan. Aku ikuti.” Ucap Greisy kemudian dirinya menoleh kearah Arthur yang masih diam di tempatnya
“Semua keputusan ada di kamu, mau melanjutkan silakan atau membatalkan ini aku pun tidak masalah.” Ucap Greisy pada Arthur.
Arthur sangat bingung sekarang, bukankah ini seperti senjata makan tuan. Seharusnya dia menyelidiki dulu siapa wanita yang akan dijodohkan dengannya.
“Aku melanjutkan perjodohan ini.” Ucap Arthur, kepalang tanggung.
Akan menolakpun tidak akan bisa
“Kalian silakan makan malam, Mami dan yang lainnya, saya lupa kalau masih ada urusan penting, permisi.” Ucap Greisy kemudian pergi dari ruangan itu.
Arthur pun tanpa sepatah katapun keluar mengikuti Greisy.
Saat keduanya pergi suasana pun menjadi canggung, untung saja Anna mampu mencairkan suasana.
Satu hal yang tidak ternotice oleh mereka adalah ekspresi Edward. Laki laki itu tampak kecewa saat melihat siapa yang akan menjadi calon kakak iparnya.
Alexandra. Edward mengenal Greisy dengan nama Alexandra. Wanita yang ia kagumi baik itu paras ataupun sifat personalnya. Tapi rasa yang ia punya pupus sebelum diperjuangkan.
Apa mereka benar benar tidak berjodoh