Berapa kali kau tidur bersamanya

1893 Kata

Pernadi melirik istrinya dari kaca spion depan. Gadis di sana duduk bersandar dan menatap keluar jendela mobil. Mimik wajahnya kesal ada banyak pertanyaan yang tertahan di pikirannya mengenai suaminya. Menyetir malam hari dalam keadaan mood buruk membuat Pernadi gundah. Ia tidak boleh membawa istrinya pulang dengan wajah jutek begitu, lantas pria jangkung mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. Mobil itu memasuki taman Honda tebet, ruang terbuka hijau pertama di Jakarta selatan. Ia menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobil. Melihat Rindu dari kaca spion. Gadis itu mengerutkan kening melihat keluar kaca jendela mobil kemudian menoleh pada pria di depan. Tatapan mereka bersiborok, Rindu berdecak sebal. "Apa yang salah sih?" Pernadi bertanya dalam hati, ia mencoba mengingat. Mereka ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN