62

1196 Kata

Sehari setelah kepergian Arsena. Pertemuan di kantor pusat EL Corp itu berlangsung dalam pertemuan yang singkat dan menemukan titik tengah secara langsung. Dua raksasa bisnis, Dialta dan Arsean, baru saja menandatangani kesepakatan konsorsium yang akan mengguncang pasar infrastruktur. Namun, suasana profesional itu langsung menguap begitu Dialta menutup map dokumennya dan berdiri, merapikan jasnya dengan gerakan yang tidak sabar. "Selesai," ucap Dialta singkat. Matanya melirik jam tangan. "Jika tidak ada lagi yang perlu ditandatangani, aku harus segera ke Juanda." Arsean, yang duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan punggung. Tatapannya yang tajam namun tenang menatap adik iparnya itu. Di sampingnya, Bara berdiri dengan tangan bersedekap, wajahnya tampak kaku. "Kau terburu-buru sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN