67

1343 Kata

Sena merasakan jemarinya sedikit mendingin. Meskipun ia sudah menjadi istri dari seorang Dialta Aryasatya yang bisa melakukan apa saja untuknya, berhadapan langsung dengan pria yang pernah menghancurkan dunianya hanya dalam hitungan jam—tepat di malam yang seharusnya menjadi awal masa depan mereka—tetap memberikan denyut nyeri yang samar. Andro melangkah mendekat. Dengan wajah yang enrah apa maksudnya. Senyumnya tampak begitu tulus, namun bagi Sena, itu hanyalah topeng dari jiwa yang sudah b***t di dalamnya. Ia menatap Sena dari ujung kaki hingga ujung kepala, tatapan yang seolah-olah ingin mengklaim bahwa ia masih memiliki hak atas wanita di depannya. "Selamat, Sena," ucap Andro pelan, suaranya sengaja dibuat berat dan penuh kerinduan palsu. Sena memalingkan wajahnya sebelum kembali m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN