68

1220 Kata

Di bawah sorotan lampu runway yang menyilaukan, Sena berdiri tegak. Rambut pirangnya berkilau, membingkai wajahnya yang tampak seperti porselen namun menyimpan ketajaman baja. Di barisan depan, Andro menatapnya dengan perasaan yang berkecamuk. Ada rasa sesak yang menghantam dadanya—sebuah penyesalan yang terlambat. Mengapa ia melepaskan wanita ini? Mengapa ia menukar berlian seperti Sena dengan kerikil demi ego sesaat? "Sial," umpat Andro pelan. Melihat Sena sekarang, ia menyadari bahwa wanita itu bukan lagi Arsena yang dulu. Dia adalah seorang Aryasatya selain Bramasta. Celine, yang menyadari tatapan Andro, langsung menyentak lengan pria itu. "Jangan menatapnya seperti itu, Andro! Ingat rencana kita," bisiknya tajam, matanya berkilat penuh kebencian. "Diam, Celine." "Aku akan memu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN