69

1403 Kata

Lampu panggung spotlight kini meredup, menyisakan satu cahaya keemasan yang memayungi Sena di tengah runway. Napasnya yang tadi memburu kini perlahan mulai teratur. Dengan buket bunga dari Dialta dalam pelukannya, ia sudah membawa microfon ti tangannya. Mengatur napasnya untuk bisa bicara de depan merela. Seluruh aula terdiam. Ribuan mata—mulai dari kurator mode Paris hingga investor kelas kakap—menanti kata-kata dari sang pemenang malam itu. "Malam ini bukan hanya tentang kain dan benang," suara Sena bergema lembut namun penuh otoritas. "Koleksi Ethereal Silence adalah sebuah ode. Terima kasih kepada Ibu saya, yang dari beliau saya mewarisi jari-jari yang mencintai keindahan desain. Bakat ini adalah warisan terindahnya." Sena menjeda, matanya berkaca-kaca saat menyinggung keluarga bes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN