Pulang kerja tepat jam enam sore, ini sudah biasa bagi Sasa dan yang lainnya. Namun, yang berbeda adalah ada seseorang yang tanpa di sadari Sasa, telah menunggunya di pintu lobi. Hendra, sosok yang juga tampan dan berkharisma ini menunggu seseorang. Sasa melihat Hendra duduk di lobby memainkan ponselnya. Dia tidak melihat d**a awalnya, jadi gadis itu berlalu dengan santainya. Walau, hatinya juga tampak sedikit sakit karena harapannya sendiri. Tidak ada yang tau siapa kekasih Hendra yang dengan lantang di suarakan olehnya di depan Zain. Sasa menunggu bus di halte terdekat. Ramai sekali sore ini, karena memang bertepatan dengan jam pulang kantor. Sebuah mobil hitam mewah mendekat pada halte tersebut. Sebuah klakson berbunyi yang entah memanggil siapa. Namun, ketika sebuah kepala menj

