Tak ada pilihan

1092 Kata

“Emang bener-bener kapitalis. Nggak nyangka aku sebegitunya dia membuat kami menderita. Huh!” Tanpa terasa, Sasa mengomel sepanjang lorong. Bagaimana bisa, dia membuat Sasa dan kedua temannya kerja mati-matian seperti ini? Padahal, deadline nya masih sangat lama. “Kenapa mengomel?” Tanya Hendra membawa minuman dingin untuk Sasa. “Bos kamu tu, heran aku. Udah tau hamil, malah menyiksa kami.” Sungut Sasa yang masih tidak terima sudah di suruh bekerja begitu keras. “Astaga sayang, dia itu juga bos kamu Lo. Memangnya ada apa?” Hendra masih berusaha untuk menenangkan kekasihnya. “Dia itu keturunan Daendels ya? Bisa-bisanya dia itu membuat kami mengerjakan proyek yang deadline nya lima bulan menjadi tiga bulan. Apa nggak gila?” jelas Sasa dengan amarah yang menggebu-gebu. “Hehe, sayang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN