Sasa langsung menghubungi Hendra saat melihat Chaerin berwajah pucat. Pekerjaan yang masih menumpuk, tidak mungkin mereka panik saat ini. Hendra yang mendapat kabar dari Sasa pun langsung memberi tahu Zain. “Kenapa kamu?” Zain sedikit berlari menghampiri Chaerin yang berada di lantai yang berbeda dengannya. “Pusing sekali, mual. Tapi kerjaan ini masih banyak....” “Rapikan saja kerjaannya, besok di lanjut. Sekarang semua pulang, dan kamu aku antar ke rumah sakit saja.” Zain terburu-buru membawa Chaerin ke rumah sakit. Menggendong Chaerin dari ruangannya sampai ke lobby perusahaan. Mata siapa yang tidak tertuju pada atasannya itu? Terlihat keren walau sedang panik. Caranya menyuruh bawahannya mempersiapkan semuanya, Zain sungguh keren. Dari sudut yang terdalam di lantai tiga, berdi

