bc

CERITA CINTA KITA

book_age4+
2
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

sebuah kumpulan cerita pendek dari kisah-kisah berbagai cerita cinta manusia. kisah romantis yang menginspirasi dan mencoba saya tuangkan dalam sebuah kisah pendek mungkin menyentuh atau mungkin tidak...

chap-preview
Pratinjau gratis
CHAPTER 1 : KISAH CINTA MASA SMA
Masa-masa SMA adalah masa yang terindah. di masa itulah banyak kisah cinta para remaja terjadi, kisah-kisah persahabatan yang melibatkan banyak kejadian membuat frustasi atau impian kecil mulai dibuat agar menjadi history. SMA Yaratama seperti biasa penuh dengan para murid yang tengah asik menikmati kegiatan masing-masing, mereka lebih banyak menghabiskan waktu istirahat di kantin atau hanya sekedar membaca di perpus sekolah. SMA Yaratama berdiri sudah cukup lama, bangunannya sebagian masih mempertahankan bangunan sekolah lama tapi sudah banyak pemugaran yang dilakukan. beberapa murid memutuskan untuk nongkrong di depan kelas XII-IPA, kelas unggulan dengan beberapa murid bermasalah tapi sebagian besar mempunyai otak. salah satu murid kelas ini adalah Fadil. Fadil adalah pemuda tanggung dengan perawakan tinggi tegap dan bermata tajam juga mempunyai tampang yang lumayan namun tertutup dengan kacamata besar juga rambut klimisnya. dia pemuda yang penuh dengan prestasi, tapi dia juga bahan object bully. Fadil juga seorang ketua OSIS meskipun tak setampan ketua OSIS dari sekolah lain, tapi keunggulannya dibanding yang lain adalah dia terlahir sebagai golongan sendok emas, dia anak pertama dari seorang ayah yang menjadi dokter spesialis jantung terkenal sekaligus dia juga satu-satunya cucu dari pemilik yayasan SMA Yaratama dari ibunya. Fadil lebih menyukai berteman dengan buku di perpus daripada harus ke kantin, dia terlihat baru saja datang dari arah perpus untuk meminjam beberapa buku buat mengisi waktu kosongnya saat istirahat. langkahnya terhenti ketika dia melihat seorang gadis manis berperawakan sedang tengah berdiri tepat dihadapannya membelakangi dirinya sembari sibuk dengan gadgetnya, gadis berambut panjang itu adalah Sarah. Sarah seorang gadis dari kalangan biasa dengan wajah manis yang menjadi idola di SMA Yaratama dan Fadil merupakan salah satu fans fanatiknya akan tetapi gadis itu hanya menganggapnya teman satu kelas saja. terkadang mereka juga ngobrol tapi obrolan itu tak pernah panjang hanya obrolan basa basi. "sarah..." terdengar suara memanggilnya nyaring dari arah depan, sarah menoleh melihat kearah Okki yang tengah berlari kecil kearahnya dan hampir saja menabraknya "eh, lu tau gak kemana cio ?" tanyanya sembari sedikit terengah-engah mengatur napas. "kayaknya tadi dia di kantin, emang ada apa ?" jawab gadis manis itu sembari menunjuk kearah jalan menuju kantin "haduh ! telat deh" gumam si okki kesal "padahal pengen banget makan bareng Cio, biar dapet traktiran hehe" selorohnya sembari cengar cengir, dia kemudian melihat Fadil yang sedang berdiri memandangi Sarah "eh, ada si cupu neh..." ucap Okki saat tahu Fadil begitu terpesona pada Sarah, tanpa basa basi ia lalu merangkul si Fadil seolah dia adalah bestie nya si Fadil "ikut gua ke kantin yuk !" ajaknya tak tahu malu. Sarah hanya bisa memutar bola matanya sembari geleng-gelengkan kepala. Gadis itu melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas saat Fadil diseret menjauh darinya. Okki adalah salah satu sahabat karib Cio, Okki sebenarnya pemuda baik-baik yang berotak sedikit cerdas salah satu anak netral yang ada dikelas, meskipun dia berteman akrab dengan Cio si pemuda preman tapi otak pas-pasan anak kepala sekolah. salah satu alasan Fadil tidak suka nongkrong di kantin karena nantinya dia akan bertemu dengan Cio and the genk. Cio and the genk suka sekali membully Fadil bukan hanya itu mereka kadang suka sekali memalaknya karena tahu dia anak kaya, tapi berbeda dengan Okki. Okki biasanya menjadi penolong Fadil meskipun kadang pertolongan itu tidak gratis. tidak ada yang tahu jika Fadil cucu pendiri yayasan kecuali kepala sekolah dan tentu saja Cio sebagai anak kepala sekolah memanfaatkan hal yang tidak diketahui siapapun sebagai keuntungannya karena dia satu-satunya yang tahu. selama ini anak-anak hanya tahu jika Fadil anak orang kaya. bel sekolah pertanda pulang berbunyi nyaring. Sarah segera meringkas semua peralatan sekolahnya dan memasukkan kedalam tas. Sarah disenggol pelan oleh Ratna teman sebangkunya, dia melihat Ratna lalu gadis itu memberi kode untuk menoleh kebelakang, Sarah melihat Fadil dengan tingkah yang masih sama, dengan tersenyum malu-malu pemuda itu menawarkan tumpangan pulang bersama. sebelum Sarah menjawab datanglah Cio dengan gerombolannya, dia merangkul Fadil sampai pemuda itu takut dibuatnya "eh, cupu..lu ngapain nawarin Sarah pulang bareng, apa lu gak nawarin gue juga ?? mumpung motor gue mogok neh.." tekan Cio pada Fadil yang tengah berdiri disampingnya "ehm, anu..gue cuman kasihan aja sama sarah karena dia pasti pulangnya jalan sendirian, kalo kamu kan udah jalan ama temen yang lain" jawab pemuda itu dengan perasaan sedikit takut. Cio melepaskan tangannya yang sedari tadi menjulur di leher anak itu, dia lalu tersenyum sinis dan menarik kerah baju Fadil "gak usah ! aku pulangnya jalan kaki aja deh, dil..." sergah Sarah menghentikan aksi Cio yang sok jagoan "sekarang fadil pulang ajah, aku gapapa kok pulangnya jalan..." gadis itu kemudian menyuruh Cio melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Fadil, Fadil lalu pergi dari hadapan Cio and the genk juga Sarah. Cio lalu mengalihkan pandangannya kepada Sarah, Sarah beranjak dari duduknya "minggir ! gue sama Ratna mau lewat !" bentaknya pada Cio, dan mau tidak mau Cio memberi jalan pada mereka. Sarah tidak peduli dengan Cio sama sekali, dia berlalu sembari mengenggam tangan Ratna erat tanpa peduli Sarah terus menyeret Ratna agar mereka cepat menjauhi Cio and the genk. Cio hanya berdiri mematung membiarkan Sarah pergi dari hadapannya. Cio dulu adalah mantan pacar Sarah. Mereka berpisah karena Sarah pernah melihat video Cio berciuman dengan gadis yang berasal dari sekolah lain. video itu tersebar di forum grup chat anak-anak dan Sarah yang tidak mengikuti grup chat itu sengaja dikirimi oleh seseorang, setelah tahu soal video tersebut Sarah marah besar dan karena tragedi itulah Sarah meminta putus dari Cio dan Cio yang tidak terima dengan keputusan itu membuat teror padanya. siapapun lelaki yang dekat dengan Sarah akan dibuat bonyok dan diancam olehnya. ****** Rintik hujan membasahi Hoodie warna pink Sarah yang dipakainya pagi itu. Dia lupa membawa payung ketika ditengah perjalanan gerimis mulai datang tanpa memberi pertanda, gadis itu menerabas hujan gerimis yang semakin deras, dia hanya memayungi kepalanya dengan kedua tangan mungilnya. Fadil tanpa sengaja melihat gadis remaja itu ketika dia menuju sekolah dengan mobil mewahnya, dia menyuruh supirnya berhenti kemudian dia turun dengan memegang sebuah payung warna merah ditangan kirinya sedangkan satu payung lagi dia pakai untuk memayungi dirinya. Sarah kaget ketika tiba-tiba hujan yang mengguyur tubuhnya mendadak berhenti lalu karena penasaran dia mendongak keatas, ternyata dia menemukan ada seseorang yang memayunginya dari belakang, Sarah menoleh dan dilihatnya Fadil tengah berdiri dihadapannya. Sarah dan fadil tak sengaja saling beradu pandang, kali ini Sarah melihat jelas ada goresan indah dari tangan Tuhan disana, goresan itu ada di wajah Fadil. terlihat indah, Sarah bengong seperti terhipnotis oleh pesona si cupu yang selama ini tak terlalu dia perhatikan, mendadak berdiri begitu dekat dan wajah itu tampak begitu jelas. sebenarnya dia mempunyai keindahan dibalik kacamata besarnya itu. hidung mancung, mata yang menatapnya tajam dengan senyum yang terlihat manis dan berbadan tegap. sebenarnya dia terlihat lebih unggul daripada si Cio, entah kenapa dia harus menyembunyikan kesempurnaannya itu dibalik topeng anak cupu dan dia pun seperti menikmati semua hal ini. "ini pakek gih...tangan gue udah pegel ngulurin ini malah dicuekin" ucap Fadil sembari menyodorkan payung merah yang ada ditangan kirinya, Sarah terhenyak, sedetik kemudian dia langsung sadar setelah tadi bengong memandangi Fadil "jangan liatin aku terus, entar jatuh hati loh..." godanya pada sarah. "eh, iya..makasih loh, payungnya maksudku" sarah dengan cepat menyambar payung tersebut dan melemparkan senyum "ehmm, kamu gak pake mobil ?" tanyanya menghilangkan nervous "tadi karna liat lu jalan sambil basah-basahan gue suruh supir gue langsung balik, trus gue nemenin lu jalan sampe sekolah.." jawabnya sembari melempar senyum manis dan hal itu semakin membuat pipi Sarah memerah "oh..." Sarah menimpali singkat jawaban Fadil, mereka lalu berjalan mengarah ke sekolah bersama dibawah guyuran hujan gerimis yang menaungi, sepanjang jalan mereka merasa canggung, hawa yang seharusnya dingin menusuk tidak terasa malah ada sedikit kehangatan disekitar mereka, oleh karena ini pertama kalinya mereka berjalan bersama, tidak ada topik yang sesuai untuk dibicarakan. ada perasaan aneh dimasing-masing tingkah mereka, ada sebuah rasa yang sedang berkecamuk didada Sarah, mungkin salah tingkah. ah, tidak ! Sarah menepis perasaan aneh itu, dia lebih memilih menghapus sedikit demi sedikit keindahan yang tidak sengaja dia lihat pagi tadi. Fadil juga tak kalah salah tingkahnya, berkali-kali dia memegang dadanya sambil menghembuskan napas kemudian berdehem pelan hanya untuk mengusir pemikiran terlalu bahagianya karena bisa sedekat ini dengan Sarah si pujaan hatinya. saat sesekali mata mereka beradu pandang, mereka hanya saling melempar senyum dan itu sangat canggung, sesampainya didepan sekolah mereka memasuki halaman tanpa sadar ada Cio dari kejauhan yang tengah memperhatikan mereka dari atas motornya. Cio baru saja datang ketika dilihatnya pemandangan romantis mereka berseliweran didepan matanya. Mereka memasuki kelas, tanpa ada basa basi untuk saling berpamitan mereka langsung menempati bangku masing masing. masih dengan perasaan yang sama Sarah langsung nyempil diantara temannya, dia menyapa teman-teman genk nya. dia sama sekali tak menghiraukan Fadil, bahkan tak mengatakan apapun. padahal saat itu Fadil masih sedikit mencuri pandang padanya berharap kehadirannya direspon sama seperti teman yang lain. padahal di dalam hati Fadil ingin meminta payungnya kembali namun hal itu urung dilakukannya, kata-katanya seolah tercekat hanya sampai tenggorokan. dia berpikir mungkin lain kali saja agar itu bisa jadi alasan dia bisa mengajak ngobrol lebih banyak lagi dengan gadis itu, tapi yang tidak dia ketahui bahwa Sarah juga merasa tak kalah anehnya kenapa hatinya masih saja berdebaran dan wajah Fadil masih berputar di otaknya. Dia mencoba untuk tidak beradu pandang dengan Fadil karena dia tahu jika Fadil masih memandanginya dari kejauhan. pandangan Fadil langsung beralih ke buku yang sedari tadi dia keluarkan dan masih diatas meja belum dibukanya, dia melakukan itu karena agak panik ketika melihat Cio yang berjalan menuju kelas. Cio memasuki kelas, dia langsung menuju Sarah kemudian dia duduk diatas meja Sarah tanpa permisi, Sarah yang geram melihat tingkah Cio langsung sewot, gadis itu hanya melirik Cio sinis kemudian membuang muka berpura-pura sibuk ngobrol dengan Ratna "hai, kayaknya lu udah move on dari gue..." sindirnya, Sarah tetap ngobrol dengan Ratna tanpa memperhatikan Cio. Cio lantas tersenyum dan menatap sinis pada sarah, kemudian dia turun dari meja Sarah lalu melangkah pergi dari sana menuju deretan bangkunya yang tepat berada dibelakang Fadil "eh, cupu...!!!" hardiknya sembari menggebrak meja Fadil "lu..." belum selesai Cio mengatakan sesuatu Okki menarik Cio sebab melihat pak Tejo sang guru bahasa indonesia akan memasuki kelas. Cio berbisik pelan sambil mengarahkan telunjuknya kearah Fadil "awas lu ya !!!". Cio tetap menatap tajam penuh amarah tapi Fadil mencoba untuk tetap tenang dengan tidak balik menatap Cio. pemuda itu sedikit membetulkan letak kacamatanya sembari sedikit menunduk. Siang itu matahari seperti tertutup awan tampak sekolah masih terlihat segar dan basah akibat tersiram hujan pagi tadi. Fadil terlihat tergesa-gesa karena dia sudah telat untuk jadwal les fisikanya, dia pulang paling akhir hari ini diantara teman Osis yang mengikuti kegiatan rapat osis. sesekali dia melihat jam ditangan sembari mempercepat jalan tapi belum juga sampai gerbang sekolah Cio sudah menghadangnya untuk keluar. "gue mau ngomong sama lu...!" hardik Cio "jaa, jangan sekarang ya..gue, udah telat" jawab Fadil sedikit terbata sambil memaksa ingin melewati Cio, tapi Cio menahannya "kalo lu mau slamet, turutin permintaan gue sekarang !" tak ada jawaban lain selain Fadil menyetujui permintaan Cio walaupun dia sebenarnya takut terjadi apa-apa dengan dirinya. saat berada dibelakang gedung sekolah, terlihat Fadil tengah dipukuli Cio habis-habisan. Cio melampiaskan rasa kesal dan cemburunya pada Fadil. Fadil sesekali melawan tapi tenaganya tetap kalah, karena sekali Fadil melawan Cio akan membalas dua kali lipat. "kenapa lu masih deketin Sarah !!" teriak Cio meluapkan amarah "ke-napa ? di..dia kan udah bukan pacarmu lagi !" ucapnya sembari meringis menahan perih luka-lukanya. pernyataan itu justru membuat Cio semakin meradang, dihajarnya lelaki itu meskipun langkahnya sudah mulai terhuyung-huyung. "sampe kapanpun Sarah tetep pacar gue !! lu itu jangan bebal !!??!! yang lain gak nunggu gue hajar mereka langsung pergi !" teriak Cio sembari memukul Fadil. Fadil tak kuat seketika tubuhnya ambruk oleh pukulan terakhir Cio, dia langsung terkapar tak berdaya dan ketika Cio melihat itu sontak dia menghentikan pemukulan tersebut. Cio panik, dia lantas menggoyangkan tubuh Fadil kasar, menepuk-nepuk pipinya kencang, mengecek hembusan napasnya "s**l !! nih anak pakek pingsan lagi !! aaaaarrrgghhh...bangsat !" gumamnya panik, Cio lalu berlari kearah motornya yang sedari tadi diparkirnya tak jauh dari tempat itu, dia menstarter motornya lalu meninggalkan Fadil yang pingsan begitu saja. dia tidak peduli dengan anak itu digeber motornya menjauh. ***** Esok paginya berita Fadil masuk rumah sakit membuat heboh satu sekolah. Fadil ditemukan supirnya tergeletak dibelakang sekolah, si supir pak Karmo mencarinya setelah setengah jam dia menunggu tuan mudanya yang tak kunjung keluar dari pintu gerbang sekolah. berita itu tersebar begitu cepat, kasak kusuk menyebut Fadil bonyok abis wajahnya dan memar disekujur tubuh. untung sewaktu pingsan langsung ditemukan dan lukanya hanya luka luar tak sampai menjalar kedalam. Sarah yang mendengar hal itu langsung tahu siapa dalang dibalik semuanya, Sarah geram. dia mencoba menahan amarahnya. untuk kesekian kalinya hal ini terjadi saat ada seseorang yang mencoba mendekatinya, biasanya tidak separah ini tapi ini sudah keterlaluan dan Sarah tak bisa diam saja. Cio masuk sekolah seperti biasa, dia berpura-pura tidak peduli dengan gosip soal Fadil, seluruh sekolah tahu jika ini pasti ada kaitannya dengan dirinya. banyak sekali mata yang memandanginya dengan penuh curiga, mulut-mulut itu komat kamit saling berbisik saat melihatnya lewat didepan mereka. ketika Sarah melihat Cio yang merangsek memasuki kelas, Sarah langsung mendatangi lelaki itu mencegah Cio memasuki kelas. "ikut aku ! aku mau ngomong sama kamu !" perintah Sarah dituruti oleh Cio walaupun dia merasa terganggu, Sarah menuju keluar kelas disusul Cio dengan langkah malasnya. ketika sudah sampai dibelakang kelas Sarah lantas meluapkan semua amarahnya yang lama dia pendam "kamu kan yang udah bikin Fadil kayak gitu ???!!!" tanyanya penuh selidik "aku ?" jawab Cio enteng sambil mengarahkan telunjuk pada wajahnya, sejurus kemudian Cio menatap tajam penuh intimidasi pada Sarah sembari mengangkat sebelah alisnya "kamu punya bukti ?" tanya Cio balik "aku memang gak punya bukti cukup, tapi aku cukup tau kalo kamu yang ngelakuin itu semua sama Fadil ! kamu b******k banget sih ! sampai kapan kamu kayak gini ?? aku udah bukan pacar kamu lagi !! stop ganggu aku !!! inget kamu yang udah lakuin kesalahan bukan aku !!!" cecar Sarah. sejenak kemudian Sarah terdiam, gadis itu nampak tak sanggup akan meneruskan kata-katanya seolah dia hanya ingin teriak saja di depan Cio karena saking kesalnya, lalu tanpa meneruskan ucapannya Sarah lebih memilih pergi meninggalkan Cio. dia memilih melakukan itu daripada harus melihat pemuda itu terus didepannya, setelah kepergian Sarah Cio yang sendirian mulai terlihat marah. wajahnya begitu merah padam dan tatapannya penuh dendam karena merasa mantan pacarnya itu lebih memilih Fadil dibanding dia. Cio meninju tembok melampiaskan kemarahannya sambil berteriak kencang. **** Seminggu kemudian Fadil telah masuk sekolah. namun wajah juga sekujur tubuhnya masih terlihat sedikit lebam, Cio yang melihat itu tersenyum sinis mencoba mengintimidasi Fadil ketika pandangan pemuda itu mengarah padanya. Sarah diam-diam memperhatikan Fadil, ada rasa bersalah terhadap pemuda itu menggelayut dibenaknya, dia berniat meminta maaf padanya dengan alasan mengembalikan payung yang dulu dipinjamkan oleh Fadil. "tet...tet..." bel istirahat berbunyi nyaring, sedetik kemudian para siswa mulai berhamburan keluar kelas masing-masing melakukan keinginan mereka. Sarah tidak ikut keluar kelas, dia memilih tetap duduk dikursinya menyelesaikan beberapa catatan. saat meregangkan badannya, Sarah melihat Fadil yang masih duduk didalam kelas dan tengah asik membaca buku, seketika dia ingat jika dia ingin minta maaf lalu Sarah beranjak dari duduknya mengemas semua barangnya, kemudian dia cepat-cepat mengambil payung warna merah yang sedari tadi dicantolkan disisi kanan bangkunya. "ehm...dil" panggil Sarah pelan ketika sudah berada di hadapan Fadil, Fadil menoleh ke sumber suara dia kemudian mengembangkan senyum dari bibirnya. Sarah menyodorkan payung yang dari seminggu lalu belum dikembalikannya "ini, maaf ya baru sempet kembaliin..." "ya, gapapa..." jawab Fadil sembari meraih payung merah itu lalu menyimpannya "ehm, kamu gak ke kantin ?" ucap Fadil bertanya. mendengar pertanyaan itu Sarah bukannya langsung menjawab melainkan dia memilih diam melihat luka lebam yang ada diwajah Fadil, mata sayu Sarah hampir saja tidak kuat menahan air yang mencoba untuk keluar dari celah matanya. "ini mau ke kantin...ehm, kamu mau nitip sesuatu gak ? biar aku beliin..." bujuk Sarah berbasa basi, Fadil menggeleng pelan sembari tersenyum. saat Sarah akan melangkah pergi, dia berbalik arah lagi "hmmm...dil, aku mau ngomong sesuatu" tegas Sarah "ngomong ajah..." ucap Fadil pelan "aku minta maaf..." "soal apa ?" tanya Fadil kebingungan "soal kenapa kamu sampe seperti ini, aku tahu Cio yang udah ngelakuin ini kan..." jawab Sarah "kalo kamu udah tau kalo Cio yang ngelakuin ini, kenapa kamu yang minta maaf ?" timpal Fadil membuat Sarah semakin terdiam "apa kamu balikkan lagi sama dia, sampe-sampe kamu yang mau nanggung kesalahannya ?" pertanyaan itu dijawab Sarah dengan gelengan, Fadil menghela napas pendek lalu sejurus kemudian dia mengalihkan pandangannya "kalo begitu kamu gak punya salah.." ucap Fadil tegas. Fadil menatap kedalam mata Sarah, Sarah merasa kali ini tatapan itu terasa menusuk kedalam hatinya. Sarah tertunduk menyembunyikan airmatanya yang tak terasa meleleh begitu saja ketika mendengar ucapan Fadil. Sarah merasa meskipun tak menyakiti Fadil secara langsung tapi semua terjadi karena dia. Fadil beranjak dari kursinya lalu memeluk Sarah untuk menenangkan gadis itu dari tangisnya. *** Hujan yang telah mengguyur kota menambah dinginnya udara malam itu, rintik hujan membentuk titik-titik air yang terlihat jelas dari kaca-kaca jendela. disalah satu sudut ruangan di dalam cafetaria nampak seorang gadis tampak duduk termenung melihat kearah luar sambil bertopang dagu, dia seperti sedang menunggu seseorang. setelah dirasa cukup lama menunggu gadis berponytail itu melihat jam ditangannya sekali lagi dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dia mendengus kesal sedikit menggerutu. selang beberapa menit kemudian tampak seorang pemuda mendatanginya dengan tergesa-gesa sambil tersenyum manis dibalik kacamata besarnya. "udah lama ya, nunggunya ? maaf, tadi aku harus urus semua berkas untuk kuliahku..." ucap Fadil beralasan ketika dia tahu bibir Sarah sudah manyun karena gadis itu terlihat kesal "jangan marah dong..." rayunya seraya melempar senyum khasnya. Sarah tak menjawab dia malah melengos berpura-pura seakan dia ngambek "aku maafin kamu, tapi..." ucap Sarah merajuk manja "tapi apa ???" tanya Fadil penasaran "aku mau kamu joged dulu..." jawab Sarah enteng Fadil melotot kaget "hah !! disini ??" Sarah mengangguk manja, Fadil clingukan, dilihatnya disekeliling pengunjung cafe yang hampir memenuhi semua kursi. lalu pandangannya kembali ke Sarah lagi dan menggelengkan kepalanya "gak akh, malu !!!" jawabnya "ya, udah aku tetep ngambek !" "tapi..." Fadil terdiam sejenak, diliatnya Sarah yang masih manyun. Fadil tak berdaya "ya, udah oke deh aku mau" pemuda itu menyerah, dia segera memulai aksinya, Fadil lalu berdiri beranjak dari kursinya. Fadil mulai berjoged untuk menghibur gadis itu. bukan hanya Sarah yang tertawa girang melihat Fadil, tapi juga semua orang didalam cafe seolah terhibur malam itu. saat ini mereka bukan menikmati kencan, hanya saja ini merupakan itikad Sarah menepati janjinya pada Fadil. dia membayar rasa bersalahnya itu dan apapun yang diminta Fadil akan dikabulkannya. setelah berpikir panjang hampir 2 minggu lamanya tercetuslah keinginan keluar malam berdua saja untuk menghabiskan penat setelah ujian kelulusan mereka. mereka mencoba menikmati malam itu, tapi tidak bisa dipungkiri masih ada sedikit rasa canggung diantara mereka. "ehm, setelah lulus kamu mau kuliah dimana ?" tanya Sarah masih dengan menikmati kentang goreng yang ada dihadapannya dengan lahap "aku, aku maunya si di Indonesia ajah..tapi orangtuaku mau aku kuliah diluar negeri" jawab pemuda itu sambil sesekali membenarkan kacamatanya yang hampir jatuh "kalo kamu ? kamu mau kuliah atau kerja ?" Fadil balik bertanya, Sarah sedikit lama menjawab pertanyaan tersebut. Dia lantas menghentikan kegiatan makannya, menyeruput sedikit jus alpukat kesukaannya. lalu menelan semua sisa makanan yang masih ada dimulutnya, kemudian dia memulai perkataannya dengan menarik napas panjang "aku pengen jadi designer, dil.." Fadil mangut-mangut mendengar perkataan gadis itu "aku suka banget kalo ngegambar baju, setiap hari adaaa aja ide..." Sarah terus nyerocos sedangkan Fadil begitu terpesona dengan kecerewetan gadis tersebut. Sarah menceritakan panjang lebar apa yang saat ini sedang ia persiapkan untuk masa depannya dan begitulah malam itu mereka begitu larut dalam tawa, canda juga membuat cerita dalam detik menit yang mereka lalui berdua saja begitu menarik. pelan pelan tanpa sadar mereka sedikit demi sedikit membangun rasa kedekatan. **** Hari ini adalah acara wisuda dan perpisahan siswa kelas XII. Sarah terlihat sangat menikmati acara, dia terlihat membaur dengan anak-anak lainnya dan ikutan bersenang-senang. seperti biasa banyak dari mereka mengambil foto bersama dari sekedar photo selfie, photo bersama keluarga atau ramai-ramai mencoba photo box. tapi hari itu belum nampak terlihat seorang Fadil diantara teman-teman yang lain, padahal acara wisuda akan segera berlangsung. Sarah mencoba menelpon Fadil beberapa kali tapi tak kunjung diangkat, ketika Sarah sedang sibuk dengan gadgetnya tiba-tiba semua pandangan temannya beralih kearah pintu masuk gedung. mereka takjub melihat kedatangan tiga orang yang baru saja memasuki gedung, terlihat Fadil dengan gagahnya diapit dengan kedua orangtuanya. iya, itu Fadil ! kali ini tanpa kacamata besar yang bertengger diatas hidungnya, dia biarkan hidungnya yang menjulang itu nampak jelas dan matanya yang bening menggunakan softlens berwarna biru. rambutnya pun yang biasa klimis sekarang bergaya korean perm, siang ini dia menjadi bintangnya. semua mata sangat takjub dan tak percaya si cupu bisa tampil menjadi sekeren itu. semua mata juga memandangi betapa anggun ibu dan ayahnya yang terlihat gagah juga tampan, yang membuat tak kalah takjub ialah kedua orangtuanya ternyata bukanlah oranb sembarangan. "sar, sarah...!!" Ratna memanggil Sarah heboh sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu pelan "hei, sar...cobak liat itu deh !" "apaan sih ???" Sarah yang sedari tadi sibuk dengan gadget langsung menghentikan kegiatannya, lalu menoleh kearah yang ditunjuk Ratna. Sarah melihat Fadil yang baru saja datang bersama kedua orangtuanya berjalan melewati teman-temannya, keluarga kecil itu langsung menempati tempat duduk yang disediakan untuk mereka. melihat Fadil yang seperti itu Sarah teringat ketika pertama kali dia bertatap muka dengan Fadil. kali ini dia berani tampil beda dan dia berani menunjukkan dirinya yang selama ini tersembunyi didalam. Sarah memperlihatkan senyum manisnya ketika Fadil menyapa saat menemukan wajah Sarah ketika sedari tadi clingukan mencarinya. "e, cieee...blass on kemerahan tuh kayaknya..." goda Ratna saat dia sadar untuk siapa sapaan juga senyuman Fadil tersebut "apaan sih, na ?" jawab Sarah sambil memegangi pipinya. Ratna tertawa ngakak melihat tingkah sahabatnya itu. setelah menunggu beberapa menit acara pun dimulai. seperti biasa dibuka dengan ceremony khas semua sekolah yaitu mulai dengan sambutan kepala sekolah, salah satu perwakilan guru juga murid yang berprestasi. untuk perwakilan murid berprestasi tentu saja yang maju adalah Fadil. keriuhan mulai bergemuruh tatkala pemuda itu ada diatas podium, Fadil yang awalnya membuat semua orang ternganga akan penampilannya pun dengan latar belakang keluarganya, anak itu sekarang tengah berdiri diatas sana dengan sangat percaya diri. diam-diam Sarah mengagumi Fadil, Sarah tahu perubahan itu dia lakukan untuk apa dan sekarang dia juga membuka siapa dirinya, karena sudah saatnya dia menunjukkan keluarganya yang sebenarnya. Sarah ingat malam disaat makan malam mereka berdua, ketika itu Sarah bertanya kenapa Fadil tidak mau merubah penampilannya supaya gadis-gadis mau nempel dengannya. saat itu Fadil menjawab jika dia tak ingin para gadis melihat hanya dari tampilan luar saja, ia juga mengatakan ini bukan dirinya juga ada saatnya dia mau membuka siapa dia sebenarnya. bahkan, dia juga bilang hanya ada satu gadis yang diinginkannya dari dulu yaitu Sarah. tapi Sarah tak pernah peduli padanya bahkan terkesan cuek, gadis itu juga telah membuat Fadil seolah tak peduli dengan gadis lainnya. beberapa acara telah dilalui. saat ini adalah salah satu puncak acara yaitu pemutaran video dokumenter dan ucapan-ucapan para murid kelas XII kepada para guru. diperlihatkan masing-masing dari kami yang ditanya apa alasan yang membuat kami betah sekolah di SMA Yaratama. semua murid juga membuat ucapan terima kasih kepada masing-masing para guru, terakhir muncul momen dokumenter selama kami sekolah disana dan itu penuh dengan rasa haru. ketika semua murid merasakan suasana yang penuh haru biru karena sadar mereka sebentar lagi akan berpisah, tiba-tiba tangkapan layar mulai berganti dengan video adegan pemukulan Cio yang dilakukannya terhadap Fadil beberapa waktu yang lalu, sontak seluruh isi gedung langsung ternganga dengan isi dari video dokumenter tersebut. semua murid langsung heboh, keriuhan terjadi. Fadil pun sebagai korban juga tak kalah bingungnya dan bukan hanya itu ada juga adegan dimana Cio juga memalak anak-anak kelas 1 dan 2 terputar . Cio yang juga melihat itu langsung mendidih darahnya, dia tiba-tiba mendatangi Fadil lalu menarik kerah baju dan "buuukkk..." tanpa babibu tangan Cio juga melayang ke muka Fadil. Fadil roboh, tapi Cio masih tidak puas. ditindihnya tubuh Fadil, lalu ia menarik kerah baju anak itu sampai badannya setengah terangkat "lu kan yang udah berbuat ini, hah !!!!???!!!" teriak Cio marah. Sarah langsung berteriak guna menghentikan aksi Cio, ketika Cio berhenti didorongnya tubuh pemuda itu dari atas tubuh Fadil. dia lalu berdiri kemudian Sarah juga orangtua Fadil langsung menolong menarik Fadil dari biangnya sumber masalah "lu, lu yang bilang gak akan memperpanjang masalah ! tapi kenapa ada video itu" emosi Cio tak terbendung "itu bukan gue !! gue gak punya video apapun !" bentak Fadil balik tak kalah emosi. Cio terdiam sejenak, lalu dia mulai tak bisa menahan kemudian meluapkan emosinya lagi "aarrggghhhh....anjing !! siapa yang main-main ama gue !!" teriaknya sembari menendangi kursi di depannya "gue..." Okki tiba-tiba muncul dari kerumunan anak-anak disana, mereka melihat Okki seakan tak percaya. Cio langsung mendatanginya dan sekali lagi dia memilih menggunakan k*******n daripada berbicara baik-baik "b******k lu !! lu sahabat gue kenapa brani banget lu nusuk gue dari belakang, hah !!!" saat Cio mulai mengepalkan tangannya hendak memukul Okki. Okki langsung berteriak "ayo, pukul terus ! pukulin gue kayak yang laen ! lu gak sadar sekarang lu diliat ama bapak lu !" Cio melepaskan tangannya dan menghentikan aksinya, lalu dia melihat kearah ayahnya yang tengah memperhatikan dirinya diantara kerumunan anak-anak kemudian pergi meninggalkan anak itu begitu saja karena malu dengan kelakuan anaknya. disitu Cio langsung reflek melepas Okki, dia terduduk lemas dan mulai frustasi kemudian menyembunyikan tangis penyesalannya, dia merasa gagal sebagai anak yang selalu dibanggakan ayahnya. sekarang ayahnya tahu kelakuannya seperti apa di sekolah, ayah yang selama ini selalu membanggakan dirinya dan kali ini beliau tahu jika anaknya tak sebaik itu. sebelum acara terlalu jauh anak-anak segera dipulangkan. acara yang seharusnya bisa damai dan menjadi kenangan terindah, malah akan dikenang sebagai cerita menghebohkan. satu-satunya orang yang menyesal karena merusak acara dengan sebuah video adalah Okki, lalu video juga yang membuat Cio hancur karena kelakuan yang dibuat sendiri. Fadil berpisah dari ayah juga ibunya, dia lebih memilih mengantarkan Sarah dan kedua orangtuanya dibanding memeriksakan diri ke dokter. didalam mobil Sarah terus menerus bertanya apakah Fadil baik-baik saja karena kejadian itu cepat sekali. Sarah yang terus kuatir malah membuat Fadil jadi bingung, Pak Karmo sebagai supir pribadi Fadil malah tersenyum geli melihat tingkah dua remaja tanggung itu. Ibu Sarah lalu menengahi mereka hingga akhirnya Sarah mau diam. sesampainya di depan rumahnya, Sarah masih saja mengatakan agar Fadil memeriksakan diri ke dokter, padahal luka Fadil tidak terlalu parah. setelah itu Fadil meneruskan perjalanan pulang menuju istananya yang megah, hunian ala orang kaya yang biasa kita lihat di sinetron. trrrrttt...trrrtttt...handphone Fadil bergetar, dia segera melihat layar ponselnya. dilihatnya ternyata ada pesan masuk dari Sarah, dia membaca sembari tersenyum "dari non Sarah, ya den..." tanya pak Karmo seolah tahu, Fadil hanya mengangguk "non sarah itu baik ya, lucu lagi..apa aden suka sama non Sarah ?" sekali lagi pak Karmo mengajukan pertanyaan. "ah, pak Karmo mau tau ajah..." jawab Fadil terlihat tersipu malu, jawaban itu disambut tawa terkekeh pak Karmo. "ya, tahu lah den..saya kan mulai aden kecil nganterin aden ke sekolah, jadi tahu lah..." ucap pak Karmo bijak "kalo aden sayang langsung ngomong ajah sama mbak Sarah, sapa tahu gayung bersambut. jangan ditunda takut menyesal !" sambung pak Karmo menyarankan. Fadil terdiam mendengar perkataan supir setianya itu, wajar jika beliau sangat menyayangi Fadil karena sedari kecil beliau sudah bersama dengan pemuda itu kemanapun beliau yang mengantarkan. Fadil dianggap sebagai pengganti anaknya yang telah meninggal karena kecelakaan. setiap melihat pemuda itu pria paruh baya tersebut teringat anaknya yang sudah meninggal karena kecelakaan saat usia 7 tahun. "bukan takut ditolak, pak...cuman, gak brani ngomongnya" ucap pemuda itu setelah agak lama bungkam "loh, yang gentle toh den ! jangan kalah sama anak SD yang udah mama papa kalo pacaran..." jawab pria berkumis seraya terkekeh meledek "pak Karmo mah ada-ada ajah..." timpal Fadil diselingi tawa renyahnya. **** 5 bulan sejak acara itu, Fadil mulai menyiapkan diri untuk berangkat terbang menuju London untuk meneruskan kuliah disana. selama inipun dia masih berhubungan dengan Sarah, bahkan semakin dekat namun belum terucap kata jadian dan dia juga sudah mengatakan jika akan meninggalkan Indonesia. Fadil menghubungi ponsel Sarah terus menerus, namun tidak ada tanggapan. Sarah memang sengaja tidak menghubungi Fadil selama beberapa hari ini, dia tidak mau terlalu terlihat jika sedang murung karena bersedih. beberapa text message pun tak pernah dia jawab sama sekali, Fadil juga tahu jika Sarah sedang kesal karena dia memberitahukan pada gadis itu ketika seminggu sebelum keberangkatannya. Sarah nampak hanya memandangi ponselnya sembari duduk menopangkan dagu diatas kedua kakinya di ranjang masih dengan balutan selimut wajahnya terlihat sendu, sedetik kemudian dia melemparkan ponsel ke kasurnya, lalu membanting badan dengan malas membiarkan dering ponsel terus berbunyi. "Sar, Sarah..." terdengar suara ibunya dari luar sembari mengetuk pintu pelan. "iya, ma..." Sarah bangkit dari rebahnya lalu membuka pintu dengan langkah gontai "iiihh...kenapa belum mandi sih ?" ujar ibunya sesaat ketika pintu terbuka, beliau tahu jika muka anaknya masih kucel dan kumel "kenapa ? masih kesel sama Fadil ?" ibunya tambah menggoda saat tahu muka anaknya terlihat manyun. Sarah hanya berdecak mendengar perkataan ibunya tersebut. dia lantas balik lagi keatas kasurnya, merebahkan diri menarik selimut lagi. "ya, gak sih ma...cuman males bangun aja" ucapnya seraya berpura-pura memejamkan mata kemudian memeluk bantalnya erat "lagian dia bukan siapa-siapa Sarah, kok !" ucapnya malas "Ya..udah kalo gitu, tadi ada pesan dari Fadil lewat mama kalo dia mau berangkat hari ini dia tadi minta do'a..." setelah mendengar ucapan mamanya Sarah langsung meloncat dari tempat tidurnya dan mendekap erat tubuh mamanya, melihat tingkah anaknya yang seperti anak kecil sang ibu hanya bisa menyunggingkan senyum. beliau memberitahu jika Fadil sedang sedang menunggunya dirumah dan akan berangkat sejam lagi. **** Sarah segera bergegas meninggalkan rumahnya menuju istana Fadil, terlihat disana jika Fadil tengah menunggunya lalu gadis itu mendatanginya dan disana Sarah berjanji menunggu Fadil hingga pulang kembali ke Indonesia sementara dia akan fokus dengan kuliahnya. Fadil memberikan sebuah kotak berisikan cincin, pemuda itu menyematkan cincin dan berjanji fokus kuliah lalu pulang untuk segera meminang gadis itu. tapi, janji 7 tahun yang lalu mereka masih remaja dan saat ini mereka sudah bahagia.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.4K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
59.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook