Full time, have fun!

1156 Kata
“Kamu kenapa sih?” Nona menggeleng cepat “Heran deh aku sama kalian berdua yang diluar sana terkenal dengan kekalemannya eh setiap sama aku sikap kalian itu benar-benar nyebelin” kesalnya Alli tersenyum “Ya ampun masih aja mikirin itu kamu” godanya sambil memeluk Nona dari belakang “Lepasin Li, aku mau pulang sekarang juga” gerutunya sambil mencoba melepaskan Alli “Kemana beb? Ke apartemen?” “Ke Indo, aku sama abang mau pulang malam ini aja!” ujarnya kesal Alli tersenyum menatapi sang kekasih “Ya tuhan ini anak bandel banget ya, ini udah malem waktunya kamu tidur yang” Nona meninggalkannya “Yang” Alli memegangi tangan sang kekasih “Kamu napa sih? Kamu takut aku kayak Branden?” tanya Alli spontan Nona terdiam, tak ada suara pun terasa begitu hening diantara mereka. Setelah beberapa menit berlalu, Nona mengangguk. Sungguh itu justru membuat Alli semakin ingin tertawa karena tingkah lucunya, namun ia tahan sedemikian rupa. “Kamu gak percaya nih sama aku?” sahut Alli lagi Nona nampak mengambil nafasnya “Bukan gitu kok” “Tau ah sekarang Alli yang ngambek karena kamu gak percaya” Alli melepaskan pegangan tangannya lalu melipat kedua tangan di dadanya Nona membalikan badannya, ia menatapi Alli yang sedang menegrucutkan bibirnya dan menatap kelain arah, namun diam-diam ia melirik kearah Nona nampaknya mata Nona berkaca-kaca. Detik itu pun Nona memeluk sang kekasih, sangat-sangat erat. Dengan isakan tangis terdengar jelas di telinga Alli, Alli menelan salivanya kuat-kuat apa sekhawatir ini kekasihnya padanya? Ia sangat-sangat menyesal atas lelucon yang telah membuatnya sakit hati. Alli membalas pelukan Nona ia mengusap-usap kepala Nona tanda menyayangi begitu dalam. “Ada apa kenapa kamu nangis?” lirih Alli yang masih mendengar isakan tangis Nona Nona tidak berkata apa pun ia masih menangis dan menenggelamkan kepalanya di bahu Alli “Sayang” lirih Alli lagi “Tolong jangan menangis, aku tidak pernah melakukan apa pun yang akan menyakitimu aku selalu berusaha menjadi yang terbaik disini. Kamu harus percaya itu” tambah Alli dengan senyuman Nona melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya perlahan, Alli pun menyingkirkan tangan Nona lembut dan menghapus air mata di pipinya. “Syukurlah jika begitu” ujar Nona menatapi Alli “Ah ku mohon jangan menangis lagi” ujar Alli menatapi mata sang kekasih intens Nona pun tersenyum lalu mengangguk “Baiklah” “Aku akan menghapus kesalahanku, karena malam ini kau menangis karena ku besok aku akan batalkan semua jadwal dan akan menghabiskan waktu bersamamu diluar” ucap Alli dengan senyuman Nona nampak berfikir “Apa itu tidak apa-apa?” tanyanya polos “Tidak apa-apa, semuanya hanya untukmu” jawabnya lagi “Yes” seru Nona tersenyum dengan lebarnya Pagi berikutnya di sebuah apartemen mewah, Nona terbangun membuka matanya perlahan. Ia merasa dirinya sedang berada di rumah, namun setelah tersadar ia akhirnya tersenyum. Ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Nampaknya ia bersemangat untuk hari ini, hari yang benar-benar diharapkannya. Setelah selesai dari kamar mandi ia memilih-milih pakaian yang akan dikenakannya. Ia mulai merias diri setelah mengenakan pakaian. Tak cukup lama waktu menunjukkan puku 07.00 Nona keluar dari ruang kamarnya, ia hendak menuju kamar Alli namun orang yang sedang ia cari nampaknya sedang duduk santai di kursi balkon. Nona tersenyum dan mulai berjalan kearahnya. “Iya saya batalkan semuanya hari ini” “Ah yang benar saja, semalam aku lelah jadi aku membutuhkan sedikit refresing” “Iya tidak biasanya, tapi ini keputusanku” Suara Alli terdengar jelas oleh Nona nampaknya ia barusan mendapat telepon dari managernya, Nona merasa sedikit tak enak padanya. Nona mendekati sang kekasih dan duduk di kursi di samping Alli yang terhalang oleh meja kecil. “Eh kamu udah bangun? Hm harum lagi udah mandi ya sayang” ujarnya memegangi kepala Nona halus “Barusan kamu nelpon siapa?” Alli mengerutkan keningnya, satu-satunya pertanyaan yang ada dikepalanya adalah apa dia mendengarnya? “Oh itu managerku” “Apa tidak apa-apa kamu membatalkan seluruh aktifitasmu hari ini? Sebaiknya kamu membatalkan acara kita saja” lirih Nona Alli menatapi langit yang mulai cerah itu “Apa-apaan kamu ini, janjiku padamu itu adalah prioritas utama” senyumnya Nona pun tersenyum, bagaimanapun juga Nona menolak Alli ia tidak akan bisa di bantah. Apalagi, Nona juga sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Alli nampak memikirkan sesuatu “Kamu belum ketemu sama ayahku ya, dia pengen banget lihat wajah kamu” ujarnya “Kamu juga belum bertemu dengan ayahku” tambah Nona Alli tersenyum “Ko bisa samaan ya, hah mungkin suatu saat kita semua bisa berkumpul bersama aku dan orangtuaku juga kamu dengan orang tuamu” “Mereka terlalu sibuk demi anak-anaknya. Aku bangga pada ayahku” desis Nona “Aku pun” Alli nampak teringat sesuatu “Ya ampun kamu sudah siap gini ya beb, tunggu dulu ya aku mau siap-siap” Nona mengikuti langkah Alli “Aku yang pilihin bajunya oke” Saat Alli mandi, Nona mempersiapkan baju untuk Alli kenakan. Ia memilih kaos putih dan kemeja abu hitam untuk Alli kenakan. Perihal kakaknya Nona, ia telah pergi pagi-pagi sekali untuk menyusuri kota bersama teman-temannya yang kebetulan ada diarea London tidak cukup jauh. Alli pun mengenakan baju yang telah Nona persiapkan, sebelum mereka berangkat tidak lupa mereka sarapan bersama setelahnya mereka pun bergegas keluar lengkap dengan kacamata dan masker digunakan. Mereka berangkat berdua saja, yang artinya tidak ada satu bodyguard pun yang mengikuti aktifitas mereka berdua. Alli membukakan pintu mobilnya untuk Nona, setelah Nona masuk ia pun masuk ke kursi sopir. Ia mulai menyalakan mobilnya dan melesat ke tempat tujuan yang cukup dekat dari sini. “Kamu kenapa sih pengen ke London eye?” tanya Alli Nona melipat tangan di dadanya “Siapa yang gak mau, London eye terkenal banget hehe dan aku belum pernah kesana mumpung aku disini boleh lah ya kesana” Alli mengangguk-angguk “Boleh dong beb” Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan, Alli yang sudah memesan tiket lewat online tidak perlu mengantri untuk membeli. Sebelum mereka menunggu antrian naik, Alli membuka masker yang dikenakannya juga membuka kacamata. Hal itu membuat Nona tersentak kaget. “Yang disini banyak orang, mereka bisa ricuh kalau lihat kamu” “Gapapa yang, hari ini aku akan menjadi Alli sebagai kekasihmu bukan sebagai selebritis” ujarnya dengan senyuman Nona nampak sebal “Ah memang kau” “Aku apa? Romantiskan heheu” “Sudahlah” Nona pun membuka masker dan kacamata ia meniru sang kekasih. Nampaknya mereka disana cukup ramai sehingga belum menyadari keadaan Alli. Nona berdiri di sampingnya ia nampak ketakutan melihat tingginya London eye, bagaimana tidak ngeri ia melihat roda raksasa dengan ketinggian 135 m, mempunyai roda berdiameter 120 m. Alli yang menyadari hal itu ia spontan memegangi sebelah bahu Nona dan menariknya lebih dekat dengan tubuhnya. “Kamu yang ajak kok kamu yang kelihatan takut” bisiknya Nona menjauh “Aku gak takut kok” “Yakin nih engga? Sekarang giliran kita berdua loh” godanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN