Di dalam mobil Nona nampak cemas, ia menatap keluar kaca mobil yang nampak turun hujan sangat deras, langit pun nampak muram Nona menatapinya dengan tatapan kosong. “Nona kenapa dari tadi diem aja sih?” sahut Juna yang berada di sampingnya Nona menoleh kearahnya “Apa bang?” ujarnya “Kamu digangguin sama Nino lagi?” tanya nya spontan Nona mengangguk “Iya tapi” ujarnya tergantung Juna mengerutkan keningnya “Kenapa?” “Tadi dia nyamperin aku, tapi dengan penampilan yang berbeda dia menjadi sangat rapi berbeda dengan Nino yang kemarin sangat berandal. Dia tanya apa aku mulai menyukainya, aku menjawab maaf aku tetap mencintai Alli. Dan setelah itu, ia memukul kaca pos satpam dengan tangannya hingga pecah, tangannya berdarah” lirihnya Juna memelotot tak percaya “Kamu beneran?” Nona meng

