Ambisi Nino

1129 Kata

“Pero, jagain adek gue ya” ujar Juna menatapi Pero membuat lamunannya kembali buyar “Eh siap-siap bang” gugupnya karena tatapan tajam Juna, saat Juna melihat Nona ia nampak penyayang dan ceria, namun saat melihat orang lain seperti Pero tatapannya benar-benar berbeda, tatapan yang terasa ingin membunuh. Pero menelan salivanya kuat-kuat “Abangnya serem banget anjir, tapi kenapa bisa yang namanya Alli…” gumamannya tergantung saat Nona menyentuh bahunya “Ero kenapa sih dari tadi ngelamun mulu, takut aku” Pero menggeleng dan tersenyum bodoh “Hehe ini ingatan gue masih belom ngumpul” Nona tersenyum lalu duduk di depan bangku Pero seperti biasanya. Pero menatapi Nona sendu dari belakang sana. “Mungkin ini emang kisah gue, rumit untuk di jelaskan. Yang pasti gue akan terus ada buat lo, jag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN