Hardworker

1200 Kata
Becca terus mendesak sang ayah agar mengatakan apa yang sebenarnya ia inginkan, agar membuat Becca bisa kembali ke Singapore. "Kau harus kerja di perusahaan." "Siapa takut! Toh aku juga harus menjajal bekerja disana, sebelum perusahaan itu berada di tanganku nanti." Becca bangkit dari posisinya. Mengindahkan semua permintaan sang ayah, yang sejak dulu diinginkan olehnya. Becca menyeringgai di hadapan Rudi, yang menampilkan raut bahagianya, tanpa kecurigaan sedikitpun. Padahal ini adalah salah satu rencana dari Randi, yang Becca ketahui kemarin dari mulut Luna. Agar membuat surat-surat Luna ataupun pertemuan dengan beberapa klien anak perusahaan Randi berjalan dengan sangat mulus. Becca juga memunta jabatan yang tidak tanggung-tanggung pada sang ayah. Meskipun ia ketahui sikapnya sekarang dibenci oleh para jobseeker di luar sana, karena Becca yang trlah memanfaatkan orang dalam untuk mendapatkan pekerjaan. Namun masa bodoh, karena Becca juga harus mencapai puncaknya sendiri agar bisa bersama dengan Randi kembali. "Kau mau posisi apapun, akan papaj kabulkan. Besok datang ke departemen personalia dan buat id card, sekaligus mendapatkan ruangan sebagai manajer strategis perencanaan dan penjualan Hardinata Fashion and Make up Corporation." Jelas Rudi, yang langsung meninggalkan Becca, karena dirinya harus menghadiri perjamuan makan malam dengan salah satu klien perusahaan. Cklek' Pintu tertutup, membuat Becca langsung menelfon Randi untuk membicarakan keberhasilannya kini. ["Hallo, sayang..."] "Yeay! Aku berhasil! Kau dengan yang lain bisa siap-siap untuk membuat perjanjian kerja sama, Rand." Sambr Becca, dengan suara yang sangat antusias. Sorot mata Becca terlihat sangat bahagia, karena akhirnya ia bisa membantu sedikit rencana yang sudah dirancang semua oleh Randi, bersamaTrevor dan Luna. "Becca! Kau ngapain si?!" Pekik Rey, dengan tatapan bingung melihat Becca, sedang menggoyang-goyangkan pinggul. Dan seketika, Becca menaruh jari telunjuknya di bibir, agar Rey terdiam. Karena dirinya yang sedang mengobrol dengan sang pujangga dalam telfon. ["Rey ya tadi, kenapa dia?"] Tanya Randi, dengan kikihan khasnya. "Idunno, Rand. Dia cuman ngomong gitu aja, gak jelas." Dalih Becca, agar Randi tidak mengetahui alasan yang sebenarnya. Mereka berdua saling meluapkan rindunya masing-masing, dengan rintihan, elakan, atau bahkan godaan. Semata-mata hanya ingin lebih lama mendengar suara masing-masing. Sampai akhirnya. "Kak Bec, kita makan keluar yuk!" Suara Rita membuat Becca menyudahi telfonnya dengan Randi, karena untuk mencegah hal-hal memalukan jika sang ibu mengetahui dirinya sedang bertelfonan dengan Randi. "Bye, Randi sayang..." Becca menutup telfonnya, seraya menoleh pada Rita. "Aish," Dirinya terkejut bukan main, saat melihat Rita yang sudah berada di belakangnya. "Kenapa si, Kak?" Tanya Rita. Becca yang kikuk, langsung mencari alasan dengan memanggil Rey. Menyuruhnya agar cepat turun ke bawak kembali, karena akan makan malam di luar. "Bacot! Bentar napa!" Suara melengking dari Rey, membuat Becca terkikih, dan gelengan kepala dari Rita. ** Restoran bintang lima, yang berada di lantai paling atas tidak mendapatkan respon apapun dari Rudi. Karena dirinya yang sudah beberapa kali mendatangi restoran yang jauh lebih mewah dari sekarang. "Bapak Rudi Hardinata..." Seorang pria berperawakan tinggi, dan wajah yang terlihat setengah bule menjulurkan tangannya. "Mr. Farenhait." Balas Rudi, dengan senyum tipis. Karena dirinya yang terbilang belum terlalu mengenal Farenhait dikarenakan ini adalah pertemuan pertama, semenjak kedatangan ke Indonesia pertama kalinya. Sebelumnya, mereka berdua hanya bertemu melalui pertemuan virtual yang diadakan oleh masing-masing perusahaan, untuk membahas kerja sama, ataupun kolaborasi antar produk. Kali inipun sama, mereka akan membicarakan kolaborasi produk baru dari masing-masing perusahaan, namun kali ini Mr. Farenhait menginginkan pertemuan langsunh dengan Rudi. "Baik, produk ap--" "Pelayan... " Farenhait mengangkat tangannya dan mengacuhkan Rudi untuk pertamakalinya dalam sejarah mereka. Membuat Rudi mengerutkan kening, dan menganggkap jika Farenhait adalah seorang yang berbeda dengan orang yang selama ini ia temui dalam pertemuan virtual. Setelah pelayan menghampiri meja Rudi dan Farenhait, ia langsung memesan signature menu pada restoran ini. Bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan menu yang mempunyai cita rasa terbaik. Bagaimanapun juga, Farenhait harus mengambil hati Rudi, seperti anjuran dari bos dari bos perusahaannya. Ia menatap Rudi kembali, dengan sorot mata yang aneh, "Maafkan sikap saya, Pak Rudi. Karena saya tidak mau mengobrol dengan anda dalam keadaan meja yang belum dipenuhi oleh makanan-makanan lezat." Membuat Rudi terdiam seketika, dan merombak kembali penilaiannya terhadap Farenhait. "Its okay, bisa dimengerti. Mungkin budaya anda di perusahaan, yang selalu mementingkan klien atau tamu." Rudi tersenyum pada Farenhait seraya memgangkat gelas berisikan wine dari merk ternama. ** Sementara di tempat lain, ada Rita, Becca, dan Rey yang sedang berjalan ke arah waring tenda makanan khas Jepang di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. "Woah, gila juga. Ramee...." Pekik Rey, yang langsung mengambil barisan untuk antre. Becca menyusul Rey, agar tidak ketinggalan. Sementara Rita yang masih berjalan santai di belakang, memunculkan pertanyaam dari kedua putrinya. "Atas nama Rita, Becca, Rey ya, Mas. Tolong bawa ke mobil putih sebelah sana." Kata Rita, pada salah satu pelayan yang sedang sibuk mencatat. Setelah selesai, Rita menyuruh kedua anaknya menghampiri dirinya kembali. Membuat Rey dan Becca saling bertatapan aneh, "Kenapa, Mah? Gak jadi?" Tanya Becca. "Tau ih, mamah. Masa gak jadi, udah ayo ngantri. YAHHHH KAN TEMPAT KITA DIAMBIL." Suara Rey yang membuat keadaan semakin ramai, langsung dihentikan oleh Rita. Ia menjelaskan jika dirinya sudah lebih dulu memesan menu makanan yang terbaik di tempat ini, sebelum kedatangan mereka. Dan Rita juga sudah menyuruh pelayan agar memgantarkan pesanan mereka ke mobil, jadi mereka semua tidak harus mengantre dengan yang lain. Semua penjelasan dari Rita tadi, langsung dibalas dengan gerakan mulut kedua putrinya yang sedang membentuk huruf 'O'. Setelah menunggu 30 menit, akhirnya pelayan tersebut mengetuk kaca mobil di kursi Becca, "Makasih ya, Mas." Ia mengambil nampan yang berisikan 3 porsi yakimesi (nasi gorenh khas jepang), tempura, dan 2 porsi chicken katsu. Becca tidak lupa memberikan tip, untuk membalas kerja keras dari pelayan tersebut. "Makasih, Neng." Pelayan tersebut tersenyum pada Becca, sebelum meninggalkam mobil. SSSSssshHhh' Kaca mobil kembali Becca tutup, dan dirinya langsung menoleh ke kursi belakang untuk membangunkan Rey, yang sudah tertidur pulas, karena menunggu cukup lama. "Kak Bec..." Rita menahan pergerakan Becca, menatap mata Becca, seolah ada yang mau ia sampaikan. "Kenapa, Mah?" Tanya Becca, menghadap sempurna ke arah Rita. Rita terdiam sebentar, dan langsung menjelaskan jika dirinya mendukung semua perbuatan Becca dan Randi, agar bisa kembali bersama. Walaupun yang artinya, dirinya akan kembalu berpisah dengan putri sulungnya. Namun semua itu tidak masalah, jika bisa melihat Becca kembali bahagia, dan tidak tersiksa seperti sekarang. Setelah mendengar semu ucapan Rita, seketika mata Becca terasa sangat perih, seperti ada debu yang telah masuk. Ia langsung mengucek kedua matanya, dan seketika air mata jatuh dengan sangat cantik. "Mamah percaya, kalo Kakak kuat, Randi kuat. Jadi, jangan lelah untuk berjuang ya, Kak." Perkataan demi perkataan membuat d**a Becca sesak. Isakkan yang semakn terdengar jelas, "Makasih, Mah. Doain Kakak dan Randi terus ya, Mah." Balas Becca, dengan tangan yang menyeka air mata. Ia kembaki menatap mata Rita, dan kemudian tersenyum bahagia, karena sudah diizinkan oleh Tuhan mempunyai ibu seperti Rita, sosok malaikat yang sesungguhnya yang diturunkam ke bumi, dengan julukan Ibu, mamah, bunda, ataupun nama-nama lainnya. "HoAAaamm" Rey mengulet di kursi penumpangnya. Dan seketia ia membuka matanya, ia langsung melihat makanan yang sudah tersaji dengan aroma yang sangat sedap. "Makan-makan, asikkkk" Rey yang sangat girang, langsung menyendok yakimeshi. Membuat Rita dan Becca melupakan moment haru tadi, dan langsung terkikih dengan semua perbuatan Rey, yang seolah tidak seperti orang baru bangun tidur, jika saat bertemu dengan makanan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN