Bab 47

2034 Kata

"Sekarang Ikki liat, 'kan? Masih bilang kalo aku cuman omong kosong, aku membual?" Ikki menatap rantai dan gembok yang mengunci pintu pagar rumah Ry dengan nanar. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ruu ternyata tidak berbohong. Padahal ia mengira Ruu hanya membohonginya untuk semakin membuatnya cemburu, tidak menduga jika semua yang dikatakannya adalah kenyataan. Ikki mengusap wajah kasar, lupa jika masih banyak terdapat memar dan luka di wajahnya. Ia meringis, nyeri terasa di bagian tulang pipi. Di sudut bibirnya juga terdapat luka dan memar baru, Ruu tadi benar-benar menghajarnya habis-habisan. Beruntung ia masih bisa berjalan, itu pun karena terpaksa. Ia ingin membuktika apa yang dikatakan Ruu. "Ry sama keluarganya udah nggak menempati rumah ini lagi." Ruu mengerang. "Bias

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN