"Nyelesaiin sesuatu nggak harus pake kekerasan, lho, Ruu." Shu tersenyum. "Kan, Ruu bisa ngomong dulu, nanya sama dia kenapa dia ngadu kayak gitu." Ruu meringis. "Aku udah kesal duluan, Ma. Habisnya dia songong banget." Shu menggeleng. "Lain kali jangan berantem lagi." Dia mengingatkan. "Biar pun bagi Ruu alasannya penting, tapi, 'kan, mukanya jadi bonyok kayak gini. Gantengnya hilang, lho." Senyum Mama memang selalu menular, buktinya Ruu juga ikutan tersenyum. Mama memang tidak pernah menegur anak-anaknya dengan cara yang keras, semuanya penuh sindiran dan kata-kata ringan yang selalu menggelitik perut. Contohnya seperti sekarang, teguran Mama diakhiri dengan canda yang membuatnya Idak merasa sedang dihakimi. "Mama tau nggak kenapa hari ini Ry nggak bisa dihubungin?" Ruu bertanya ta

