Balasan

1565 Kata

Pagi itu menyapa dengan lembut di apartemen Nick dan Tania. Cahaya matahari menembus tirai tipis, menebarkan kilau keemasan yang hangat di ruang tamu. Aroma kopi segar perlahan memenuhi udara, berpadu dengan suara burung yang sesekali terdengar dari luar jendela. Tania duduk bersandar di sofa, rambutnya terurai alami, matanya masih setengah terpejam menikmati ketenangan. Nick muncul dari dapur dengan dua cangkir kopi di tangan, senyumnya sederhana namun penuh arti. Tidak ada kata-kata manis pagi itu, hanya keheningan yang nyaman. Dunia di luar terasa jauh, dan yang tersisa hanyalah mereka berdua, menyambut hari baru dengan harapan yang diam-diam tumbuh. “Morning, Beb…” sapa Tania sambil menerima cangkir kopi dari Nick. Nick terkekeh. “Morning too,” jawabnya, lalu meletakkan cangkir di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN