Apartemen di Green Lake menyambut mereka dengan keheningan yang kontras dengan riuh bandara siang tadi. Matahari siang menembus tirai tipis, meninggalkan bayangan hangat di lantai marmer. Lorong apartemen terasa tenang, hanya suara langkah Nick dan Tania yang bergema, beriringan menuju pintu unit mereka. Begitu pintu terbuka, aroma familiar langsung menyeruak campuran citrus dan vanila dari AC yang otomatis menyala. Rasanya seperti rumah yang menunggu, meski sudah lama ditinggalkan. “Eh, Mama kemana? kok nggak ada?” Tania celingukan, mencari sosok mertuanya. “Mungkin lagi nemenin Megan di hotel. Loli sama Ko Ivan kan ada acara hari ini,” jawab Nick santai, lalu menjatuhkan diri ke sofa dengan nyaman. Tanpa peringatan, ia menarik tangan Tania. Tubuh istrinya oleng, jatuh tepat di atasny

