Ruang tamu mendadak sunyi. Semua mata tertuju pada Nick, yang masih menatap Tania dengan sorot mata penuh keraguan. “Apakah yang kalian maksud itu… Ralin yang ini?” Nick menunjukkan foto hasil googling di ponselnya. Tania menunduk, lalu mengangguk pelan. “Iya, benar. Dia yang aku temui di Amsterdam. Dan… dia mantan kamu, beb?” tanyanya dengan suara sedikit bergetar. Di tengah suasana tegang itu, Loli masih sempat nyeletuk. “Cieee… udah manggil ‘beb’ aja nih. Selamat ya Nick, akhirnya kalian akur juga. Tante Sarah bisa berhenti resah gelisah sampai bolak-balik rumah sakit gara-gara hampir depresi.” Mau heran? Nggak lah. Kalau bukan asal nyeletuk, bukan Lolita White namanya. Tania hanya bisa bersemu, tersenyum kikuk. Nick? Masih anteng, jelas menikmati momen salting istrinya. Hening se

